Ibadah Haji 2026
Jemaah Haji Bisa Kirim Oleh-oleh dari Tanah Suci, Ini Tarif dan Skema Layanan Kargo PosIND
Oleh-oleh haji menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah ini. Oleh karena itu, jemaah bisa mengirimnya melalui kargo PosIND.
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji kini dapat mengirim oleh-oleh dari Tanah Suci ke Indonesia melalui layanan Kargo PosIND dengan tarif mulai 23 riyal per kilogram dan estimasi pengiriman 7–14 hari.
- Pengiriman dilakukan melalui prosedur resmi mulai dari pengemasan, pengisian data, pemilihan layanan, hingga pelacakan resi secara online.
- Terdapat aturan ketat terkait barang kiriman, di mana barang berbahaya dan tertentu dilarang, sementara kurma, pakaian, dan perlengkapan ibadah diperbolehkan.
TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang telah memenuhi syarat, baik dari segi kemampuan finansial, kesehatan, maupun kesiapan mental.
Ibadah ini hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu dalam kalender Hijriah dan bertempat di kawasan suci umat Islam, yaitu di Makkah dan rangkaian wilayah ibadah di sekitarnya.
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk menunaikan ibadah ini sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, keberangkatan jemaah Indonesia Gelombang 1 berlangsung dari Tanah Air menuju Madinah pada periode 1–15 Mei 2026.
Kota Madinah menjadi titik awal kedatangan jemaah sebelum mereka melanjutkan perjalanan spiritual menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian utama ibadah haji.
Dalam praktiknya, oleh-oleh haji menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah ini.
Oleh-oleh tersebut biasanya berupa buah tangan khas Tanah Suci seperti kurma, sajadah, tasbih, parfum, hingga berbagai cinderamata yang dibawa pulang sebagai bentuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat di tanah air.
Namun, semakin banyaknya barang yang dibeli sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama terkait keterbatasan bagasi saat kepulangan.
Memasuki fase akhir masa tinggal di Madinah, banyak jemaah haji Indonesia mulai mengubah cara mereka dalam mengelola oleh-oleh.
Jika sebelumnya barang dibawa langsung dalam koper besar, kini semakin banyak jemaah yang memilih mengirimkan barang lebih awal melalui layanan kargo.
Langkah ini dianggap lebih efisien karena jemaah dapat mengurangi beban bawaan saat berpindah kota maupun saat kembali ke Indonesia.
Baca juga: Kemenhaj Minta Jemaah Haji Indonesia Tak Berlebihan Beli Oleh-oleh
Dengan tidak membawa banyak barang, jemaah juga bisa lebih leluasa bergerak, terutama bagi lansia yang membutuhkan kenyamanan ekstra selama perjalanan ibadah.
Astuti, jemaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku telah menghabiskan sekitar Rp 9 juta untuk membeli berbagai oleh-oleh seperti tas, gelas, hingga peralatan rumah khas Arab Saudi.
Ia memilih mengirimkan seluruh barang tersebut melalui jasa kargo bersama rombongan jemaah lainnya.
Jamaah lainnya yaitu Megawati mengatakan bahwa mengirim barang lebih awal membuat dirinya lebih tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jemaah-melakukan-pengiriman-oleh-oleh-menggunakan-layanan-Kargo-Haji-Pos-Indonesia.jpg)