Selasa, 5 Mei 2026

Haji 2026

Cuaca di Madinah Kian Panas, Waspadai Heat Stroke dan Kaki Melepuh

Petugas mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat panas ekstrem.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
Media Center Haji 2026
MASJID NABAWI - Sejumlah jemaah beribadah di Masjid Nabawi, Minggu (3/5/2026). Petugas mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat panas ekstrem. 

TRIBUNNEWS.COM - Cuaca di Kota Madinah, Arab Saudi terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Suhu udara di Kota Nabi itu kini mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.

Kondisi ini mendorong petugas kesehatan mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat paparan panas ekstrem.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti menjelaskan, heat stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih akibat paparan sinar matahari berlebih.

"Gejala heat stroke antara lain pusing, mual, muntah, hingga kejang," ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Minggu (3/5/2026).

Jika mengalami hal tersebut, jemaah harus segera mencari tempat teduh dan menurunkan suhu tubuh, misalnya dengan menyemprotkan air ke wajah

Untuk mencegah heat stroke, jemaah diimbau menjaga asupan cairan dengan minum minimal 200 mililiter air setiap jam, bahkan bila perlu ditambah oralit.

cuaca panas saat haji
WASPADA HEAT STROKE - Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti saat diwawancarai terkait heat stroke dan kaki melepuh akibat cuaca panas di Kota Madinah, Minggu (3/5/2026).

Selain itu, jemaah disarankan mengenakan pakaian longgar agar sirkulasi udara lancar serta rutin membasahi bagian tubuh yang terbuka.

Ia juga mengingatkan agar jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari. 

"Untuk jemaah haji diharapkan Shalat dhuhur dan Shalat Ashar itu di dalam hotel saja," katanya.

Selain heat stroke, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kaki melepuh akibat panasnya lantai di Masjid Nabawi. 

Berbeda dengan Masjidil Haram, permukaan lantai di Masjid Nabawi dapat menjadi sangat panas saat terpapar matahari langsung.

"Lumrah (kaki melepuh) terjadi di Madinah karena lantai Masjid Nabawi dengan Masjidil Haram berbeda. Kalau di Nabawi sering terjadi jemaah terpapar lantai yang panas sehingga terkena risiko melepuh," ujar Enny.

Ia menyarankan jemaah selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal atau sepatu saat memasuki area masjid, sehingga mudah digunakan kembali setelah keluar. 

Hal ini penting mengingat banyak jemaah kehilangan alas kaki dan terpaksa berjalan di atas lantai panas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved