Rabu, 6 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Air di Hotel Jemaah Haji YIA 1-2 Sempat Mati, Petugas Haji Gercep Pulihkan Layanan

Jemaah haji sempat mengeluhkan gangguan air yang mati pada Selasa (5/5/2026) dini hari.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
Media Center Haji 2026
GERCEP TANGANI MASALAH - Sekretaris PPIH Sektor 7 Misfalah, Salamun Ali Muaz ketika diwawancara tim Media Center Haji, Selasa (5/5/2026). Salamun mengatakan, masalah air di hotel yang ditempati jemaah haji kloter 1 dan 2 SOC yang sempat mati, kini sudah teratasi. 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji sempat mengeluhkan gangguan air yang mati pada Selasa (5/5/2026) dini hari.
  • Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dari sektor 7 yang merupakan lokasi hotel tersebut bergerak cepat.
  • Berkat koordinasi cepat antara petugas sektor dan pengelola hotel, gangguan air di hotel berkapasitas 1.754 jemaah ini berhasil diatasi sebelum masuk waktu salat Dzuhur. 

Laporan Langsung Wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji dari kloter 1 dan 2 embarkasi Yogyakarta (YIA) yang menginap di Al Asalah Al Bakiyah Hotel, Misfalah sempat mengeluhkan gangguan air yang mati pada Selasa (5/5/2026) dini hari.

"Tolong air di hotel Asala Al bakiyah sudah mati 2 hari, solusi dari pihak petugas hemat tapi pertanyaan saya air apa yg mau di hemat KL air nya aja mati?" demikian keluhan seorang jemaah melalui aplikasi Kawal Haji.

Menanggapi keluhan tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dari sektor 7 yang merupakan lokasi hotel tersebut bergerak cepat.

Sekretaris PPIH Sektor 7 Misfalah, Salamun Ali Muaz mengatakan, laporan pertama diterima sekitar pukul 02.00 waktu setempat. 

Ia langsung berkoordinasi dengan tim pendukung PPIH serta meminta pengelola hotel segera melakukan penanganan.

"Tadi pagi, tenaga pendukung sudah bertemu dengan pihak hotel. Saya juga sampaikan, tolong dipastikan hari ini, bila perlu, kasih penegasan karena bagi jemaah, air adalah bagian layanan yang sangat pokok. Jangan sampai dibiarkan larut-larut," kata Salamun kepada tim Media Center Haji (MCH), Selasa (5/5/2026).

Berkat koordinasi cepat antara petugas sektor dan pengelola hotel, gangguan air di hotel berkapasitas 1.754 jemaah ini berhasil diatasi sebelum masuk waktu salat Dzuhur. 

Meski sempat mengganggu kenyamanan, kondisi kembali normal dalam hitungan jam.

“Begitu ada laporan, kami langsung bergerak. Kami sudah menekankan kepada seluruh anggota sektor, setiap ada masalah dari jemaah wajib segera diatasi dan tidak boleh berlama-lama,” ujar Salamun.

Baca juga: Ciri-ciri Heatstroke yang Wajib Diwaspadai Jemaah Haji

Salamun menjelaskan, sebelum jemaah menempati hotel, petugas haji sektor 7 telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas. 

Pemeriksaan meliputi tandon air, genset listrik, hingga kondisi kamar dan kamar mandi, termasuk kasur, sprei, serta kran air.

"Kami memiliki daftar periksa yang detail. Semua fasilitas kami cek satu per satu untuk memastikan kelayakan sebelum ditempati jemaah,” katanya.

Ia menambahkan, jika ditemukan sarana yang tidak layak, tim sektor tidak akan merekomendasikan hotel tersebut untuk digunakan.

Lebih lanjut, setiap kendala akomodasi yang terjadi di lapangan akan dicatat sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji di tahun berikutnya. 

Koordinasi juga terus dilakukan dengan seksi akomodasi PPIH Daerah Kerja Makkah guna memastikan pelayanan jemaah tetap optimal.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved