Ibadah Haji 2026
Wasiat Suami Antar Ramlah Berhaji, 15 Tahun Menanti dari Jualan Elektronik hingga Usaha Batu Bata
Inilah kisah Ramlah Sija, jemaah asal Gowa, Sulawesi Selatan. Di tengah kondisinya sebagai single parent dengan tiga anak.
Ringkasan Berita:
- Ramlah Sija, jemaah haji asal Gowa, akhirnya berangkat ke Makkah setelah menanti 15 tahun.
- Ia membiayai hidup dan pendidikan tiga anaknya dengan bekerja sebagai sales alat elektronik keliling kampung.
- Wasiat suaminya untuk mendaftar haji terwujud setelah sawah keluarga terjual, dan kini ia menunaikan ibadah haji sambil mendoakan anak-anaknya.
Laporan wartawan langsung Tribunnews.com dan Media Center Haji 2026 dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Masa penantian panjang selama 15 tahun akhirnya terbayar bagi Ramlah Sija (53), jemaah haji asal Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Perempuan yang berstatus sebagai orang tua tunggal dengan tiga anak ini kini telah menjejakkan kaki di Makkah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji, sebuah perjalanan spiritual yang berawal dari wasiat sang suami.
Ditemui di Rwad Almanasik Hotel, Sektor 3 Syisyah, Makkah, Rabu (6/5/2026), Ramlah menuturkan kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
Sejak suaminya meninggal dunia pada 2007, ia harus mengambil peran sebagai kepala keluarga sekaligus ibu bagi ketiga anaknya yang saat itu masih kecil.
"Waktu itu anak-anak masih kecil semua, yang paling besar baru 13 tahun, anak kedua sembilan tahun, dan yang paling kecil tiga tahun. Mereka masih butuh biaya, jadi saya harus kerja untuk mereka," kata Ramlah dengan mata berkaca-kaca kepada tim Media Center Haji (MCH).
Ramlah sempat melanjutkan usaha batu bata peninggalan suaminya selama beberapa tahun.
Namun karena pekerjaan ini dirasa berat, ia kemudian beralih profesi menjadi sales alat elektronik.
Selama kurang lebih 13 tahun, ia berkeliling dari kampung ke kampung menawarkan berbagai perabot rumah tangga.
Bahkan ia pernah berkeliling dari Kabupaten Jeneponto yang memakan waktu hingga 3 jam perjalanan.
Baca juga: Update Haji 2026: Jemaah Haji Gelombang 2 Mulai Tiba di Makkah, Jumlah Jemaah Wafat Capai 12 Orang
"Dari pagi sampai sore keliling kampung, kadang sampai malam. Begitu terus setiap hari. Kalau beruntung bisa keluar lima unit, pernah juga tidak laku padahal sudah keliling seharian. Tapi ya sabar saja, besok dicoba lagi," ujar Ramlah.
Dari pekerjaan itulah, Ramlah perlahan mampu menghidupi keluarganya, termasuk menyekolahkan ketiga anaknya hingga perguruan tinggi. Anak pertamanya kini telah bekerja, meski sempat mengalami lika-liku kehidupan rumah tangga.
Di tengah perjuangan tersebut, ia menyimpan satu pesan yang tak pernah dilupakan yaitu wasiat suaminya sebelum meninggal agar mendaftar haji. Kala itu, suami Ramlah memiliki satu petak sawah sebagai aset.
"Suami bilang, 'kalau ada yang beli sawah, pakai saja untuk mendaftar haji,'" ujar Ramlah menirukan ucapan sang suami.
Empat tahun setelah sang suami wafat, tepatnya pada 2011, Ramlah memberanikan diri mendaftar haji ketika sawah yang dimiliknya lagu terjual. Meski saat itu dirinya sempat merasa tidak mampu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jemaah-haji-dari-Kabupaten-Gowa-Sulaw.jpg)