Ibadah Haji 2026
Kota Makkah Semakin Padat, Arafah Bersiap, Kapan Puncak Ibadah Haji 2026?
Tamu-tamu Allah mulai memadati Makkah dan Madinah jelang puncak musim haji. Arafah, lokasi wukug pun berdenyut. Kapan puncak haji?
Ringkasan Berita:
- Tamu-tamu Allah mulai memadati Makkah dan Madinah jelang puncak musim haji.
- Arafah, lokasi wukug pun berdenyut.
- Kemenhaj meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026.
- Kapan puncak haji 2026?
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH- Arab Saudi, terutama 2 kota suci Makkah dan Madinah semakin padat dengan kedatangan tamu-tamu Allah.
Jutaan umat muslim selruh dunia merapat ke Tanah Suci demi melaksanakan rukun Islam kelima yakni ibadah haji.
Lantas, kapan puncak ibadah haji tahun ini?
Baca juga: Zikir dan Doa Wukuf di Arafah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Puncak dari rangkaian ibadah haji adadalah Wukuf di Arafah, yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah.
Tahun 2026 pada penanggalan Masehi dan 1447 H pada kalender hijriah, maka puncak haji diperkirakan pada akhir Mei.
Rangkaian puncak ibadah haji 1447 H tepatnya dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 saat jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, yang menjadi inti ibadah haji.
Kemudian jemaah haji menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) sebelum nanti didorong ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah.
Selanjutnya pada hari-hari tasyrik 11–13 Dzulhijjah, jemaah menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah, dengan opsi nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.
- Selengkapnya, berikut jadwal puncak ibadah haji 2026 berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang dirilis Kemenhaj:
- Senin, 25 Mei 2026: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
- Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- Minggu, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
Arafah Berdenyut
Seiring semakin dekatnya puncak ibadah haji 2026, wilayah Arafah pun berdenyut. Persiapan dilakukan di lokasi wukuf.
Padang Arafah terletak sekitar 14-21 km di sebelah tenggara kota Mekah, Arab Saudi.
Di tempat ini berupa dataran luas yang dikelilingi bukit-bukit granit, dan menjadi lokasi utama pelaksanaan rukun haji yaitu wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026.
Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang rencananya akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.
"Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya," kata Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (9/5/2026).
Dari hasil pengecekan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.
Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jemaah haji.
"Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," ujar dia.
Untuk memudahkan penempatan, nantinya setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah.
Terkait pengisian tenda, lanjut Ian, satu tenda tidak selalu ditempati jemaah yang berasal dari satu kloter penuh.
Penempatan akan diatur sesuai kapasitas, tetapi tetap memperhatikan kedekatan antarjemaah dalam satu kloter.
"Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh," jelasnya.
Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, Kemenhaj juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.
Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, tetapi belum merata di seluruh area.
Namun, pihaknya akan terus memastikan fasilitas ini dalam pengecekan selanjutnya yang dijadwalkan dilakukan lima hari ke depan.
"Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas tenda, pemerintah akan mencocokkan data kapasitas dengan jumlah jemaah secara detail.
"Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah," tegasnya.
Jemah Haji Indonesia 117.452 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Suci
Sementara itu, pada hari ke-19 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh rangkaian layanan jemaah Indonesia secara umum berjalan lancar dan terkendali.
Melansir laman resmi haji.go.id, hingga Jumat (8/5/2026), sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus dilakukan secara bertahap.
Sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, tercatat 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba di Arab Saudi.
Selain itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
(Tribunnews.com/, Sri Juliati/Latifah/Anita/Media Center Haji)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/doa-di-arafah.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.