Jumat, 5 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Kapan Waktu Mustajab Berdoa di Hari Arafah, Haruskah Bersamaan dengan Jemaah Haji yang Wukuf?

Saat jutaan umat muslim berhaji dan berdoa di tanggal 9 Zulhijah. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 saat wukuf di Arafah, kapan waktu tepat berdoa?

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM/ANITA K WARDHANI
DOA DI ARAFAH - Jemaah haji Indonesia berdoa di batas Arafah, kawasan terletak di dataran luas di sebelah Timur luar kota suci Makkah, Arab Saudi. Arafah berada sekitar 20 kilometer tenggara Masjidil Haram. Di sini, umat Islam berkumpul untuk melaksanakan wukuf saat puncak ibadah haji, yaitu salah satu rukun haji, pada tanggal 9 Zulhijah. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 dalam penanggalan hijriah dianggap sebagai hari istimewa dalam Islam.  Waktu tersebut dimana jutaan umat muslim di Padang Arafah melakukan Wukuf memuja asma Allah SWT,memangis, bermunajat memohon doa terbaik untuk dunia akhirat. Lantas, bagaimana dengan muslim yang sedang tidak berhaji, kapan waktu mustajab berdoa di Arafah? 
Ringkasan Berita:
  • Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1447 dalam penanggalan hijriah dianggap sebagai hari istimewa dalam Islam. 
  • Waktu tersebut dimana jutaan umat muslim di Padang Arafah melakukan Wukuf memuja asma Allah SWT,memangis, bermunajat memohon doa terbaik untuk dunia akhirat.
  • Lantas, bagaimana dengan muslim yang sedang tidak berhaji, kapan waktu mustajab berdoa di Arafah?

 

 

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Selasa (26/5/2026) bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 dalam penanggalan hijriah dianggap sebagai hari istimewa dalam Islam. 

Keitimewaan hari arafah bahkan disebut sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari) karena keutamaannya begitu besar.

Baca juga: Tata Cara dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Punya Keutamaan Hapus Dosa 2 Tahun

Hari ini dimana jutaan umat muslim yang menjadi tamu Allah menjalankan ibadah haji menjalani puncak ibadah rukun Islam kelima yakni Wukuf di Arafah

Wukuf adalah rukun haji, dimana di hari ini adalah inti ibadah haji. Haji adalah Arafah sesuai sabda Rasulullah SAW ''Al-hajju Arafah” (Haji itu adalah Arafah). Tanpa wukuf, haji tidak sah.

Di hari Arafah ini pengampunan dosa terbuka lebar. Allah membanggakan hamba-Nya di hadapan malaikat, mengampuni dosa-dosa mereka, dan membebaskan banyak orang dari neraka.

Waktu Mustajab Berdoa di Arafah 

TIBA DI ARAFAH - Jemaah haji asal kloter BDJ 18 telah tiba di Markaz 61 Arafah, Senin (25/5/2026). Jemaah haji Indonesia diberangkatkan menuju ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 pagi hari ini atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H.
TIBA DI ARAFAH - Jemaah haji asal kloter BDJ 18 telah tiba di Markaz 61 Arafah, Senin (25/5/2026). Jemaah haji Indonesia diberangkatkan menuju ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 pagi hari ini atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H. (Media Center Haji 2026)

Banyak literatur Islam dan ulama menegaskan jika Arafah adalah sebaik-baik waktu berdoa, bahkan keinginan mustahil dalam kerangka berpikir manusia pun atas izin Allah SWT akan terkabul. 

Jemaah haji biasanya mulia melakukan wukuf dan berdoa di Arafah sejak tergelincir matahari (masuk waktu Zuhur) hingga terbenam matahari pada 9 Zulhijah.

Waktu ini dianggap periode emas sebagai inti wukuf, di mana doa sangat mustajab.

Meski, ada juga yang meyakini jika sepanjang hari Arafah, baik pagi maupun sore, dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.

Ada pula yang berpendapat jika menjelang maghrib dianggap waktu paling afdhal, karena saat itu Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka.

Kapan Doa Bagi yang Tak Berhaji Sebaiknya Dipanjatkan?

Lantas, bagaimana Doa untuk yang tak berhaji?  

Pertanyaan itu akan keluar setiap menjelang hari Arafah.

Kalau jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah, lalu bagaimana dengan kita yang di Indonesia yang berbeda waktu sekitar empat jam dengan Mekkah? Kapan waktu terbaik untuk berdoa?”

Ilustrasi - Doa setelah Sholat Hajat, solusi untuk mengabulkan segala keinginan
Ilustrasi - Doa setelah Sholat Hajat, solusi untuk mengabulkan segala keinginan (Freepik)

Hari Arafah memang bukan hari biasa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadis lain disebutkan bahwa tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka dibanding Hari Arafah.

Betapa agungnya hari Arafah membuat umat Muslim seolah sayang melewatkan hari itu tanpa doa dan ibadah sunnah seperti berpuasa Arafah

Mengutip tulisan Ulul Albab, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP AMPHURI, Ketua ICMI Jawa Timur di website Amphuri ,  dalam seluruh hadis shahih, tidak ditemukan ajaran khusus yang memerintahkan seluruh Muslim dunia harus menyamakan jam doa dengan waktu wukuf di Mekkah. Tidak ada hadis yang mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia wajib menunggu jam tertentu agar doanya sah atau lebih mustajab.

Mayoritas ulama memahami bahwa keutamaan Hari Arafah berlaku sesuai tanggal 9 Dzulhijjah di negeri masing-masing. 

"Artinya, ketika Indonesia sudah memasuki 9 Dzulhijjah, maka sejak itu pula kita telah berada dalam kemuliaan Hari Arafah," jelasnya. 

Menurut Ulul Albab, banyak juga ulama yang menjelaskan bahwa mengikuti momentum wukuf di Arafah sebagai waktu memperbanyak doa adalah hal yang sangat baik secara ruhani. 

Baca juga: Puasa Arafah Dilakukan Selasa 26 Mei 2026, Ini Bacaan Niatnya, Keutamaan Menghapus Dosa Setahun

Karena pada saat itu jutaan jamaah haji sedang menangis, bermunajat, beristighfar, dan memohon ampunan Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) di Padang Arafah.

Secara umum, jamaah haji mulai melaksanakan wukuf sekitar setelah Dzuhur hingga menjelang Maghrib waktu Makkah. Jika dikonversikan ke Indonesia maka kira-kira cara menentukanya begini: Waktu Mekkah sekitar 4 jam lebih lambat dari WIB. Maka waktu wukuf di Arafah, jika dilihat jam di Indonesoia, berlangsung antara pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Karena itu, waktu sore hingga malam pada Hari Arafah di Indonesia sering dirasakan sangat menyentuh untuk: memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, dan bermuhasabah.

"Namun yang paling penting sesungguhnya bukan soal ketepatan jamnya. Karena Allah tidak pernah salah mendengar doa hamba-Nya. Boleh jadi, doa yang paling dicintai Allah bukanlah doa yang paling tepat waktunya, tetapi doa yang lahir dari hati yang paling tulus, paling hancur, dan paling sungguh-sungguh ingin kembali kepada-Nya," katanya.


Doa di Hari Arafah
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa tersebut terdapat dalam hadis berikut:

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” (HR. Tirmidzi)

Doa Memohon Ampunan
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Allaahummaghfir lii warhamni watub ‘alayya

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku.”

Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat 
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201)

Doa Memohon Keteguhan Iman
اللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Allaahumma tsabbit qalbii ‘alaa diinik

Artinya: “Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أبوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma Anta Rabbi, lā Ilāha illā Anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūżubika min syarri mā shana’tu, abū u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abū u bi żanbī faghfirlī, fa innahū lā yaghfiru aż-żunūba illa Anta

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau” (HR. Bukhari).

Zikir di Hari Arafah:


1. Tahlil
(100 x) لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai`in qadīr.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (dibaca 100 х)."

2. Salawat Nabi (Dibaca 100 kali)
(100 x) اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ

Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin kamā ṣallaita ‘alā sayyidinā Ibrāhīma wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīma innaka ḥamīdun majīd, wa ‘alainā ma‘ahum.

Artinya: "Ya Allah, sampaikan selamat sejahtera kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW sebagaimana Engkau telah memberikan salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha
Agung dan semoga kami bersama mereka. (dibaca 100х)."

3. Istighfar 
(100 x) أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-ladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun pada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan yang mengatur segala makhlukNya dan kepada-Nya aku bertaubat. (dibacа 100 х)."

4. Takbir
(3 x) اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar Allāhu akbar Allāhu akbar, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan hanya milik Allah segala pujian (dibaса 3 х)."

5. Hauqalah dan Syahadat
 لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَشْهَدُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘aẓīm, asyhadu annallāha ‘alā kulli syaiin qadīr, wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syaiin ‘ilmā.

Artinya: "Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kekuatan (untuk menolak bahaya), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Aku bersaksi sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu."

6. Ta’awudz
(3 x)  أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

A‘ūdzu billāhi minas-syaithānir-rajīm, innallāha huwas-samī‘ul-‘alīm.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (dibaca 3 х)."

7. Surah Al-Fatihah
   بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
     الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
     الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
     مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
     إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
     اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
(3 x) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ آمِينَ

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Amin. (dibaca 3 х)."

8. Surah Al-Ikhlas
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
     قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
     اللَّهُ الصَّمَدُ
     لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
(3 x)  وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad) Allah itu Maha Esa. Allah itu tempat meminta. Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak satu pun yang setara dengan Dia (dibaca 100 х)."
 

(Tribunnews.com/Anita K Wardhani/Yunita Rahmayanti)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved