Jumat, 29 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Kemenhaj Siagakan 1.356 Petugas Haji di Mina, Ini Titik Persebarannya

Menurut Maria, para petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk pengaturan arus jemaah.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Instagram @kemenhaj.ri
WUKUF - Jemaah haji mengikuti wukuf di Arafah, Arab Saudi. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina untuk mengawal pergerakan jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah di Mina.
  • Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Jalan 616, Jalan 533, Rumah Sakit Mina Al Wadi, Jalan 627, hingga jalur menuju Jamarat guna mengatur arus, mencegah kepadatan, dan membantu jemaah tersesat atau kelelahan.
  • PPIH juga menyiapkan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) untuk penanganan darurat, evakuasi, dan bantuan bagi lansia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan untuk mengawal pergerakan jemaah haji Indonesia selama fase di Mina.

Menurut Maria, para petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk pengaturan arus jemaah.

"Secara keseluruhan total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan pengaturan arus jemaah serta merespons cepat kebutuhan jemaah di lapangan," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan petugas Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah menuju maupun dari kawasan Jamarat.

Adapun titik persebaran pos pantau Satgas Mina berada di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al Wadi Hospital, Jalan 627.

Lalu di bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang Terowongan Muaisim Turki, depan syarikah, hingga sejumlah jalur pemantauan arus jemaah menuju Jamarat dan kepulangan dari lontar jumrah.

Maria mengatakan pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pergerakan pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat agar tetap berada di jalur aman dan sesuai pengaturan.

Para petugas akan membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah.

"Lalu mengantisipasi kepadatan, serta memastikan bahwa jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko," ujarnya.

Selain Satgas Mina, PPIH juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat-Mina untuk menangani kondisi darurat jemaah.

MCR merupakan tim khusus yang disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, hingga membantu mengurai kepadatan jemaah selama fase puncak ibadah haji.

"Posko MCR tersebar di titik-titik krusial di area Jamarat dan rute perlintasan jemaah," katanya.

Dirinya mengatakan MCR dibentuk untuk menangani berbagai kondisi kedaruratan seperti jemaah pingsan, tersesat, kelelahan ekstrem, hingga membantu evakuasi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Menurut Maria, penguatan layanan ini dilakukan karena fase Mina merupakan salah satu fase paling krusial dalam rangkaian puncak ibadah haji.

"Petugas juga disiagakan untuk membantu jemaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera," jelasnya. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved