Ibadah Haji 2026
Makna Lempar Jumrah, Rangkaian Ibadah Haji yang Dilakukan Jemaah di Mina
Lempar jumrah adalah rangkaian ibadah Haji berupa pelemparan kerikil oleh jamaah haji ke tiga jamrah di kawasan Jamarat (Mina), dekat Makkah.
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji kini sudah memasuki tahap lempar jumrah di kawasan Jamarat, Mina, Rabu (27/5/2026).
- Lempar jumrah bukan sekadar ritual melempar batu ke jamarat.
- Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, lempar jumrah juga sebagai simbol pengusiran sifat-sifat buruk dalam diri.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah wukuf, para jemaah haji akan menjalani rangkaian ibadah dengan melaksanakan lempar jumrah.
Namun, jemaah haji akan melakukan Mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina mulai malam 10 Zulhijjah hingga 13 Zulhijjah.
Dikutip dari situs resmi Kemenag, Mabit di Muzdalifah menjadi salah satu rangkaian wajib haji setelah jemaah menunaikan wukuf di Arafah.
Selama di Muzdalifah, jemaah diimbau untuk banyak berzikir dan menyiapkan kerikil untuk lontar jumrah.
Seusai jemaah mabit, maka jemaah akan bergerak ke Mina, Makkah, Arab Saudi.
Di Mina, jemaah haji akan melakukan lempar jumrah aqobah dengan 7 lemparan.
Sementara itu, bagi jemaah yang sedang dalam kondisi kurang sehat atau lansia dapat memilih opsi badal (diwakilkan) agar keselamatan tetap terjaga.
Dilihat dari kanal YouTube Tribunnews pada Rabu (27/5/2026) pukul 12.40 WIB, sebagian jemaah haji sudah memasuki tahap lempar jumrah.
Jemaah Haji terlihat bergantian melempar batu kerikil ke arah pilar di kawasan Jamarat, Mina.
Lantas, apa makna lempar jumrah dalam rangkaian ibadah Haji?
Baca juga: Kemenhaj Siagakan Klinik Kesehatan di Arafah dan Mina saat Puncak Haji
Makna Lempar Jumrah: Simbol Pengusiran Sifat Buruk
Lempar jumrah merupakan rangkaian ibadah Haji berupa pelemparan kerikil oleh jamaah haji ke tiga jamrah di kawasan Jamarat (Mina), dekat Makkah.
Lempar jumrah bukan sekadar ritual melempar batu ke jamarat.
Namun, menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, lempar jumrah juga sebagai simbol pengusiran sifat-sifat buruk dalam diri.
“Ini kan mengikuti teladan Nabi Ibrahim. Jadi, ini adalah peristiwa simbolik untuk melempar dan mengusir setan. Termasuk setan di sini adalah nafsu kita sendiri,” katanya di depan Jamarat, Jumat (6/6/2025), dilansir kemenag.go.id.