Senin, 1 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Fase Pemulangan Jemaah Dimulai, Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap

Untuk menghindari kepadatan saat menggunakan bus shalawat, Syarif mengimbau jemaah agar tetap tertib dan sabar saat menunggu kedatangan bus

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama
Media Center Haji 2026
BUS SHALAWAT - Jemaah haji memasuki bus shalawat untuk melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (1/5/2026). Sebanyak 458 unit bus shalawat disiapkan untuk melayani jemaah haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 23 rute dari hotel menuju Masjidil Haram via tiga terminal utama Ajyad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir 

Ringkasan Berita:
  • Pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Indonesia dan pergerakan gelombang kedua menuju Madinah resmi dimulai pada Senin (1/6/2026)
  • Jumlah operasional bus shalawat di Makkah akan dikurangi secara berangsur-angsur seiring berkurangnya jemaah, hingga hanya tersisa 54 bus pada hari terakhir.
  • Untuk mengatasi masalah penumpukan jemaah usai salat wajib, petugas telah berkoordinasi agar seluruh pintu peron di terminal (seperti Ajyad dan Syib Amir) dibuka penuh.

 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama dari Makkah ke Indonesia resmi dimulai pada Senin (1/6/2026) hari ini.

Di satu sisi, jemaah haji gelombang kedua akan segera bersiap untuk ke Madinah untuk melanjutkan serangkaian ibadah.

Lantas, bagaimana dengan nasib bus shalawat yang saat ini telah beroperasi kembali usai puncak haji?

Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman menjelaskan, jumlah bus shalawat akan dikurangi secara bertahap.

Hal ini seiring dimulainya pemulangan jemaah haji ke Indonesia maupun pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah.

Semakin sedikit jumlah jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah, semakin sedikit pula bus shalawat yang diperlukan. 

Sehingga akan terdapat pengurangan secara bertahap tanpa mengganggu mobilitas jemaah untuk beribadah.

"Nanti berangsur-angsur akan disesuaikan. Hari terakhir, hari ke-22 itu tinggal 54 bus shalawat yang beroperasi," ujar Syarif.

Syarif juga mengungkapkan berbagai tantangan yang ada dalam operasional bus shalawat sebelum masa puncak haji akan tetap menjadi perhatian saat operasional bus pasca puncak haji.

Misalnya, kepadatan di terminal usai salat wajib, maupun buka/tutup pintu di peron terminal.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Pulang ke Indonesia, Perhatikan Ketentuan Bagasi dan Larangan Membawa Air Zamzam

"Kami sudah koordinasi. Seperti di Syib Amir dan Ajyad itu memang problem-nya tidak semua pintu dibuka, sehingga ada penumpukan jemaah. Oleh karena itu sekarang kami sudah komunikasi dengan pihak terkait di sana, di Ajyad itu tiga pintu dibuka semuanya, di Syib Amir ada sekitar 16 pintu untuk dibuka semuanya," ujar Syarif.

Untuk menghindari kepadatan saat menggunakan bus shalawat, Syarif mengimbau jemaah agar tetap tertib dan sabar saat menunggu kedatangan bus, terutama mengingat suhu udara di Makkah yang masih cukup tinggi.

Ia menjelaskan, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan titik-titik antrean yang ditandai dengan nomor di sejumlah terminal, termasuk Terminal Syib Amir. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved