Orang Terkaya Dunia: Uang Ini Hanya Titipan Tuhan
Anggapan bahwa Amerika Latin miskin dan terbelakang dibantah orang terkaya di dunia, Carlos Slim Helu.
Menginjak usia 30tahun, Carlos memulai bisnis besarnya di bidang konstruksi, real estate, dan pertambangan.
Pada 1990, dengan menggandeng Southwestern Bell Corp dan France Telecom, ia membeli Telmex dari pemerintah.
Padahal, saat itu kondisi Telmex sangat morat-marit. Tanpa gentar, Carlos mengubah perusahaan yang merugi menjadi pencetak uang.
Meski sempat dikritik karena menaikkan tarif telepon di negaranya, Carlos tetap bertekad memperbaiki pelayanan telepon di Meksiko, berupa tawaran sambungan lokal, interlokal, selular, internet, dan direktori telepon.
Kerja kerasnya berbuah manis.

Rumah Mewah Milik Carlos Slim Helu
Perusahaan telekomunikasinya meraih penjualan tahunan hingga 16 miliar dolar AS. Kini, Telmex adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Meksiko.
Baru-baru ini, Telmex American tercatat sebagai salah satu perusahaan yang disegani di New York Stock Exchange.
Carlos kemudian mengembangkan perusahaan jasa internet, Prodigy Inc, yang sukses menjadi perusahaan jasa internet terbesar ketiga di Amerika Serikat.
Carlos juga membangun perusahaan keuangan Grupo Financiero Inbursa, dan industri retail, Grupo Carso. Lagi-lagi, perusahaan yang ia kendalikan itu sukses.
Pada Februari 2006, Carlos melirik perusahaan CompUSA. Lewat perusahaannya, Grupo Sanborns, Carlos menawar CompUSA 800 juta dolar AS.
Ia juga tercatat sebagai anggota komisaris Philip Morris dan SBC. Jabatan Presiden New York Stock Exchange juga pernah diembannya. Pria 72 tahun pun memiliki saham di Saks Department Store, dan The New York Times Co.
Berkat kesuksesannya, kini citra Meksiko yang merupakan salah satu negara miskin di Amerika Selatan menjadi terpandang. (*)