Senin, 27 April 2026

Menlu RI: Konflik Suriah, DK PBB Gagal Jaga Perdamaian Dunia

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan rasa keprihatinan atas tragedi kemanusiaan di Suriah

Penulis: Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan rasa keprihatinan atas tragedi kemanusiaan di Suriah.

Indonesia kecewa karena Dewan Keamanan (DK) PBB tak bisa berbuat banyak menangani konflik bersenjata di negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad tersebut. Korban pun terus berjatuhan.

"Indonesia sangat prihatin dengan kenyataan, sekali lagi Dewan PBB gagal menjalankan kewajibannya, memelihara perdamaian internasional. Sekali lagi, Dewan PBB gagal memperbaiki kesatuan," ujar Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di kantor Kemlu, Jakarta, Sabtu (21/7/2012).

Menurut Marty, sikap Indonesia sendiri telah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu bahwa pemerintah akan melakukan berbagai upaya kerjasama agar kedamaina cepat tercipta di Suriah.

"Kami terus berupaya untuk membangun kerjasama misi perdamaian bersama warga internasional untuk segera menciptakan kedamaian dan perdamaian di Syiria," jelasnya.

Sebgaimana diberitakan, dalam sikap akhirnya DK PBB dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan misi pemantauan di Suriah sampai 30 hari menyusul makin meningkatnya konflik senjata antara pemberontah dan rezim pemerintah.

Saat ini, peperangan telah mencapai wilayah Damaskus. Sebelumnya, serangan terjadi Rabu lalu menewaskan empat orang anggota senior rezim, termasuk kepala keamanan nasional Hisham Ikhtiar

Terus meningkatnya konflik senjata ini, sekitar 140 ribu orang Suriah diperkirakan telah mengungsi ke Yordania sejak penolakan terhadap rezim Presiden Assad pada Maret lalu.

Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan pemulangan secara bergelombang terhadap sekitar 12 ribu dari Suriah.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved