Minggu, 10 Mei 2026

Puluhan Ribu Warga Eksodus dari Pembunuhan Keji di Republik Afrika Tengah

Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari serangan dan pembunuhan keji oleh kelompok bersenjata

Tayang:
Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari serangan dan pembunuhan keji oleh kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah di bagian barat laut Republik Afrika Tengah, demikian organisasi bantuan medis internasional Médecins Sans Frontières/Dokter Lintas Batas (MSF) melaporkan pekan ini dan dikutip Tribunnews.com, Minggu (20/10/2013).

Lebih dari 30.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bossangoa, dan ribuan lainnya di daerah sekitarnya. Mereka tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan dengan akses yang terbatas atau sama sekali tanpa tempat tinggal, air bersih, makanan, dan sanitasi. MSF mengimbau semua kelompok bersenjata untuk menghormati keamanan warga sipil, staf medis, dan pekerja kemanusiaan; dan menyerukan perlunya menambah bantuan kemanusiaan.

“Pada bulan lalu, kami telah merawat lebih dari 60 orang di Bossangoa yang cedera akibat kekerasan, sebagian besar karena luka tembak dan luka senjata tajam, termasuk perempuan dan anak-anak,” kata ahli bedah MSF Erna Rijinierse. “Lebih dari 80 persen pembedahan adalah untuk menangani luka yang terkait dengan konflik. Apa yang kami lihat sangat menakutkan, yaitu desa-desa yang dibakar dan pembunuhan yang mengerikan. Mereka yang melarikan diri sangat membutuhkan bantuan dan rasa terlindungi yang hadir melalui keberadaan organisasi bantuan.”

MSF telah mendengar berbagai pengalaman langsung tentang serangan-serangan yang bercirikan golongan agama. Ini termasuk eksekusi yang dilakukan oleh laki-laki bersenjata terhadap delapan orang yang terpisah dari kelompok yang lebih besar saat mereka melarikan diri dengan truk, dan pembunuhan yang menyasar dua orang laki-laki di sebuah desa, sehingga menyebabkan banyak orang dari agama tersebut melarikan diri.

Dalam suasana yang penuh ketakutan dan kekerasan ini, orang-orang melarikan diri demi menyelamatkan nyawa ke dalam semak-semak atau berkumpul di kelompok-kelompok besar untuk mencari keselamatan. Di Bossangoa, sekitar 28.000 orang mengungsi di Misi Katolik, hingga sangat melampaui kapasitasnya; 1.200 orang berada di rumah sakit, sehingga setengah dari bangunan berubah menjadi kamp darurat; 1.000 lainnya mengungsi di sebelah landasan udara; sementara 400 lainnya berkumpul di sekolah. Saat musim hujan berlanjut, mereka yang di semak-semak juga terpapar pada risiko terjangkit malaria – penyebab kematian nomor satu di Republik Afrika Tengah.

“Orang-orang tidak punya tempat tinggal dan mereka tidur di mana saja yang memungkinkan, di dalam gereja, sekolah, atau di bawah pohon. Kondisinya sangat padat dan orang-orang memasak, makan, tidur, mencuci, dan buang air di tempat yang sama. Dalam kondisi kebersihan yang sangat buruk ini, risiko mewabahnya penyakit cukup tinggi,” kata Ellen Van der Velden, Kepala Misi MSF di Republik Afrika Tengah, setelah mengunjungi beberapa lokasi. “MSF saat ini adalah satu dari sedikit organisasi bantuan yang bekerja di wilayah-wilayah yang terkena dampak konflik di negara ini, memberikan layanan kesehatan termasuk pembedahan, air dan sanitasi, dan dukungan gizi. Namun, masih sangat banyak yang dibutuhkan.” Di semua fasilitasnya, MSF merawat penduduk berdasarkan kebutuhan medis, tanpa melihat pandangan politis, agama, atau lainnya.

Sejak Oktober, kekerasan dan bentrokan mematikan telah dilaporkan terjadi di Bouca dan Garga di bagian barat laut Republik Afrika Tengah dan Mbaiki di sebelah barat daya. Hingga kini, penduduk sipil, staf medis, dan pekerja kemanusiaan telah mengalami serangan fisik. MSF telah secara langsung menyaksikan seorang pekerja kesehatan dieksekusi, serta serangan keras terhadap pekerja kemanusiaan secara beruntun. Di Bouca, MSF terus membantu 400 keluarga yang tinggal di sebuah lapangan sejak rumah mereka dibakar pada bulan September. Jika keadaan tidak stabil ini terus berlanjut, akses terhadap layanan kesehatan bagi orang-orang di negara ini – yang sudah sangat terbatas – akan sangat terganggu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved