Minggu, 10 Mei 2026

Berpacu dengan waktu melacak para awak dan penumpang kapal pesiar yang terdampak hantavirus

Berbagai negara berpacu dengan waktu dalam melacak puluhan orang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius sebelum wabah hantavirus…

Tayang:
BBC Indonesia
Berpacu dengan waktu melacak para awak dan penumpang kapal pesiar yang terdampak hantavirus 

Berbagai negara berpacu dengan waktu dalam melacak puluhan orang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius sebelum wabah hantavirus terdeteksi serta siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.

Enam kasus hantavirus kini telah dikonfirmasi setelah wabah merebak di kapal MV Hondius, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia. Dua kematian lainnya belum terkonfirmasi apakah mereka terjangkit virus tersebut.

WHO juga mengatakan wabah ini bukan awal dari pandemi seperti Covid, karena galur Andes dari hantavirus menyebar melalui "kontak dekat dan intim".

Namun, mengingat masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan akan ada lebih banyak kasus yang dilaporkan, kata WHO.

Perusahaan kapal pesiar mewah Oceanwide Expeditions selaku operator MV Hondius menyatakan, terdapat 178 penumpang dan awak dari 28 negara menaiki kapal tersebut. Sebanyak 32 tamu turun di Pulau St Helena pada 24 April.

Kapal tersebut memulai perjalanannya pada 1 April di Ushuaia, Argentina, dan diperkirakan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei.

Oceanwide Expeditions menerbitkan daftar rinci waktu awak dan tamu turun dari kapal di berbagai pelabuhan singgah.

Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat, dengan manusia terinfeksi melalui menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.

Kasus penularan antarmanusia jarang terjadi, tapi nyatanya galur Andes dari virus tersebut berada di balik wabah tersebut.

Ini adalah penularan virus pertama yang diketahui terjadi di dalam kapal, kata WHO pada Kamis (07/05).

WHO berkomunikasi dengan para pejabat dari sedikitnya 12 negara dalam memantau warga mereka yang berada di dalam kapal tersebut atau yang telah kembali ke negara asal.

Negara-negara tersebut mencakup Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Seorang pakar mengatakan kepada BBC bahwa respons terhadap wabah ini "sangat kacau dan tidak terkoordinasi", namun risiko umum bagi publik rendah.

Berikut ini yang kami ketahui tentang negara-negara yang terdampak sejauh ini:

UK

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved