Gempa di Nepal
Update Gempa Nepal: Sementara Korban Capai 1.130 Orang
Total korban sementara mencapai lebih 1.130 orang.
Editor:
Dahlan Dahi
TRIBUNNEWS.COM, KATHAMANDU - Jumlah korban tewas akibat gempa di Nepal terus bertambah.
The Guardian, Sabtu (25/4/2015), melaporkan, jumlah korban tewas telah melebihi angka 1.130 orang.
Korban terbanyak, lebih 600 orang, di Kathmandu.
Jumlah korban jiwa diperkirakan akan terus bertambah.
AP Photo/ Niranjan Shrestha
Warga bahu-membahu menyingkirkan puing-puing Menara Dharahara yang ambruk akibat gempa 7,9 SR di Nepal utnuk mencari korban yang mungkin tertimbun.
Nepal dilanda gempa 7,9 Skala Richter Sabtu (25/4/2015).
Jumlah korban jiwa yang dilaporkan terus bertambah.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Nepal menyatakan, korban jiwa sudah mencapai 688 orang.
Sementara kepolisian melansir angka 499 orang tewas.
Ikuti perkembangan berita melalui:
Foto-foto Dahsyatnya Kerusakan Akibat Gempa di Nepal
Nepal dan Gempa
Nepal atau lengkapnya Republik Demokratik Nepal terbilang negara yang rawan terhadapgempa bumi.
Pasalnya, negara yang tak punya kawasan laut itu berada di lingkaran pegunungan aktif. Menurut warta laman Bloomberg pada Sabtu (25/4/2015), selain Nepal, India dan Kashmir juga masuk di kawasan gunung api aktif ini.
Gempa bermagnitud 7,9 yang melanda Nepal hari ini sekitar pukul 11.20 waktu setempat sejatinya bukan yang pertama.
Penduduk berlarian dan sibuk menyelamatkan diri, terlihat sekelompok pria membawa korban terluka. (Sumber Akun Twitter @gunaraj)
Tercatat, pada 1934, gempa melanda Nepal, tepatnya di sebelah barat Sikkim. Gempa bermagnitud 8,2 pada 15 Januari itu menewaskan 16.000 orang.
Kemudian, pada 2005, gempa juga melanda Kashmir. Bencana alam itu menewaskan juga 70.000 warga di negara tetangga Kashmir, Pakistan.
Selanjutnya, pada September 2011, gempa melanda Sikkim bagian selatan. Gempa bermagnitud 6,9 itu menewaskan 80 orang.(*)