Gempa di Nepal
Kasihan Desa di Nepal Ini Selalu Dilewati Pembawa Bantuan
Di desa ini, dari 36 rumah yang ada di sana, hanya tinggal satu rumah yang masih berdiri pascagoyangan gempa.
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,8 skala Ritcher yang menggocang Nepal di hari Sabtu kemarin, menyisakan kerusakan luar biasa di daerah sekitar episentrum.
Salah satunya adalah desa yang berada di distrik Gorkha, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat gempa.
Di desa ini, dari 36 rumah yang ada di sana, hanya tinggal satu rumah yang masih berdiri pascagoyangan gempa.
Tragisnya lagi, desa ini belum tersentuh bantuan kemanusiaan.
Dikutip dari CNN, Kamis (30/4/2015), warga desa mengatakan setiap kali ada rombongan pembawa bantuan baik dari pemerintah Nepal maupun organisasi bantuan lainnya mereka hanya melewati mereka.
Hanya satu kelompok yang berhenti dan singgah di desa ini. Mereka adalah Santosh Dawadi dan orangtuanya.
Mereka baru saja datang dari Kathmandu, ibukota, untuk memeriksa saudara Dawadi, yang tinggal disana bersama keluarganya.
"Kami tidak bisa membantu, karena kami juga kehilangan segalanya. Tapi setidaknya kami masih bisa berada di sini," tutur Dawadi.
Banyak warga desa yang pada akhirnya harus berupaya untuk mendapatkan bantuan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Robin Rijal dan teman-teman kuliahnya.
Mereka menempuh perjalanan selama lebih dari sembilan jam melewati jalan yang rusak agar bisa membawa bantuan ke desa-desa yang terkena dampak gempa.
"Kami mendengar orang membutuhkan bantuan," kata Rijal. "Jadi kami datang."
Dengan menggunakan lima sepeda motor, 10 sekawan tersebut datang membawa tenda, biskuit, dan makanan ke daerah yang terkena dampak gempa.(CNN)