Gempa di Nepal
Pemerintah Nepal: Kami Butuh Tenda dan Terpal
pemerintah Nepal mengabarkan beberapa kebutuhan baru yang diperlukan untuk para korban gempa.
Editor:
Rachmat Hidayat
Laporan wartawan tribunnews.com, Ruth Vania Christine
TRIBUNNEWS.COM - Seminggu sudah sejak gempa bumi di Nepal terjadi Sabtu (25/04/2015) lalu, pemerintah Nepal mengabarkan beberapa kebutuhan baru yang diperlukan untuk para korban gempa.
Barang-barang yang dikehendaki adalah beberapa tenda, terpal, dan berbagai macam bahan makanan.
Pemerintah secara spesifik menyebutkan hal-hal tersebut lantaran menurut pengakuan pemerintah kerap menerima donasi bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, bahkan tidak dapat digunakan.
"Kami sempat menerima bantuan seperti ikan tuna dan mayonaise. Untuk apa? Kami butuh makanan berbahan gandum, garam, dan gula," ungkap Menteri Keuangan Nepal Ram Sharan Mahat, Jumat (01/05/2015) lalu.
Menteri Keuangan Nepal Minendra Rijal menambahkan,kemampuan pemerintah untuk memfasilitasi tenda kini sementara hanya mencapai 29.000 tenda. Jumlah tersebut sangat jauh dengan target untuk segera melayani korban yang membutuhkan dengan tenda sejumlah sekitar 400.000.
Ia mengharapkan pernyataan tersebut dapat dijadikan referensi bagi negara-negara yang berdonasi agar bantuan lebih tepat dan bisa digunakan secara maksimal, di tengah suasana kacau dan butuh bantuan cepat.
Selain itu, jika pendonasi sekiranya tidak dapat dengan segera memberikan barang-barang yang sedang sangat dibutuhkan tersebut, diminta agar pendonasi dapat membantu secara finansial saja.
Akibat gempa, lebih dari 130.000 rumah tinggal hancur dan mengalami rusak parah, menurut laporan PBB. Desa-desa yang terletak di dekat titik pusat gempa, terutama bagian utara Kathmandu, rata dengan tanah.
Karenanya, tempat tinggal atau pengungsian sementara sangat dibutuhkan agar pengungsi dapat terlindung dari hujan serta dingin.