Anggota Parlemen Perdebatkan Larangan Donald Trump Masuk ke Inggris
Lebih dari 560 ribu orang telah menandatangani petisi yang mendesak agar kandidat capres Amerika Serikat itu dilarang masuk wilayah Inggris
TRIBUNNEWS.COM - Membanjirnya dukungan pada petisi yang mendesak Donald Trump dilarang masuk Inggris, membuat parlemen Inggris akan mendiskusikannya.
Lebih dari 560 ribu orang telah menandatangani petisi yang mendesak agar kandidat capres Amerika Serikat itu dilarang masuk wilayah Inggris.
Desakan itu datang setelah Donald berkomentar soal niatnya untuk melarang muslim masuk wilayah Amerika Serikat jika ia menjadi presiden.
Petisi tersebut dibuka di laman petisi pemerintah, tempat warga dapat membuat petisi dan menghimpun suara untuk mendapat respon pemerintah.
Menurut hukum, jika sebuah petisi di laman itu mendapat 100 ribu tandatangan atau lebih, maka petisi itu akan didiskusikan di tingkat parlemen.
Diskusi atas petisi itu dikatakan Washington Post akan dilakukan pada 18 Januari 2016 mendatang dan dapat disaksikan melalui internet.
Sedangkan, merespon itu, kantor Donald Trump mengancam bahwa Donald menarik investasinya di Skotlandia jika larangan itu diberlakukan.
Donald memang memiliki investasi sebesar Rp 14 triliun di sebuah golf resort di Skotlandia. (Bloomberg/Washington Post)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-saat-kampanye_20151217_134528.jpg)