Pria Brasil Masuk Rel Shinkansen, Klaim Dikejar Yakuza, 56 Ribu Penumpang Terdampak
Pria berjalan di rel shinkansen hentikan layanan 70 menit di Jepang. 64 kereta terganggu, 56 ribu penumpang terdampak
Ringkasan Berita:
- Layanan Tokaido Shinkansen di Jepang terganggu setelah pria berjalan di rel aktif di Stasiun Shizuoka
- Aksi berbahaya itu membuat perjalanan dihentikan 70 menit, mengganggu 64 kereta dan 56.000 penumpang
- Pria asal Brasil itu mengaku kabur dari Yakuza, namun klaimnya belum terbukti dan masih diselidiki polisi
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Kereta di Jepang selama ini dikenal sebagai simbol ketepatan waktu dan efisiensi transportasi modern.
Namun, insiden tak biasa pada Selasa sore menunjukkan bahwa bahkan layanan kereta cepat seperti Tokaido Shinkansen pun bisa terganggu oleh kejadian yang di luar dugaan.
Perjalanan kereta cepat tersebut sempat dihentikan sementara setelah seorang pria terlihat berjalan di atas rel aktif—sebuah pelanggaran serius yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 di Stasiun Shizuoka, salah satu titik penting di jalur yang menghubungkan kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Pria yang kemudian diketahui sebagai warga negara Brasil berusia 39 tahun itu memiliki nama keluarga bernuansa Jepang, Yamaguchi.
Ia terlihat turun dari peron shinkansen dan berjalan ke arah timur laut menyusuri rel—tindakan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan operasional kereta berkecepatan tinggi.
Baca juga: Jepang Gandeng OECD Dukung Industri Perkapalan Asia Tenggara, Hadapi Ekspansi China
Sekitar 30 menit setelah kejadian awal, pria tersebut kembali terlihat di Stasiun Higashi Shizuoka, yang merupakan stasiun di jalur kereta biasa (non-shinkansen).
Untuk keluar dari rel, ia bahkan harus melompati pagar pembatas sebelum akhirnya berhasil masuk kembali ke area stasiun.
Namun, upayanya tidak berlangsung lama karena ia segera diamankan oleh petugas peron yang menyadari situasi tersebut.
Padahal, secara normal, perjalanan antara kedua stasiun tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalur jalan umum yang sejajar dengan rel kereta.
Tindakan berjalan langsung di atas rel jelas bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat memicu gangguan besar pada sistem transportasi.
Akibat insiden ini, operator kereta terpaksa menghentikan layanan shinkansen di kedua arah selama sekitar 70 menit guna melakukan pemeriksaan keselamatan menyeluruh.
Dampaknya cukup signifikan karena sebanyak 64 perjalanan kereta terganggu dan sekitar 56.000 penumpang mengalami keterlambatan.
Setelah diamankan, Yamaguchi langsung ditangkap oleh pihak berwenang dan mengakui perbuatannya.
Namun, ia memberikan alasan yang cukup mengejutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kereta-api-supercepat-shinkansen-jepang-nih3.jpg)