Jumat, 23 Januari 2026

Mengenal Pasukan Khusus Anti Teroris Jepang

Baru dua bulan unit khusus dalam Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA) bernama Counter Terrorism Unit Japan (CTU-J) beroperasi.

Editor: Dewi Agustina
Foto FT
Pasukan khusus anti teroris Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Baru dua bulan unit khusus dalam Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA) bernama Counter Terrorism Unit Japan (CTU-J) beroperasi.

Jumlah personelnya 40 orang, separuh di dalam Jepang, sisanya di berbagai negara termasuk di kedutaan Jepang yang ada di Jakarta Indonesia.

"Tugasnya mengumpulkan data dan informasi yang ada di berbagai negara, lalu dikoordinasikan ke MOFA dan diambil keputusan di Jepang untuk berbagai hal taktis terkait terorisme," ungkap sumber Tribunnews.com di MOFA, Selasa (16/2/2016).

Sebagai pemimpin langsung Perdana Menteri Jepang, namun operasi sehari-hari berada di MOFA.

"Hal ini dibentuk setelah munculnya pembunuhan berdarah di Paris, terorisme di sana 13 November lalu," katanya.

Dimaksudkan untuk meningkatkan antisipasi kepada terorisme dunia serta meningkatkan kerja sama dengan badan intelijen dunia yang sekaligus untuk mempersiapkan antisipasi keamanan bagi penyelenggaraan KTT G7 di Perfektur Mie tanggal 26 Mei 2016.

Dalam KTT G7 ini para kepala negara dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, Itali dan tuan rumah Jepang akan berkumpul di Ise-Shima.

Selain itu Jepang juga akan menyelenggarakan kejuaraan dunia Rugby tahun 2019 dan Olimpiade musim panas tahun 2020.

"Keadaan dunia internasional khususnya terorisme semakin bahaya terlebih setelah pembunuhan 130 orang di Paris dan penembakan di California Amerika yang menyebabkan 14 meninggal dan 21 luka parah," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beberapa waktu lalu.

Itulah alasan pembentukan CTU-J untuk mengantisipasi semua kemungkinan teroris terutama terhadap Jepang dan warga negaranya di mana pun berada.

"Tentu saja saat aksi terorisme terjadi di Jakarta, apalagi dekat kedubes Jepang di Jakarta, kita sangat waspada dan mengumpulkan sebanyak mungkin info dari sana untuk diantisipasi lebih lanjut," tambah sumber itu lagi.

Jumlah anggota unit ini ada 40 orang yang merupakan pusat perhatian utama unit anti terorisme Jepang saat ini.

"Sebanyak 40 orang terdiri dari 20 orang di Jepang dan 20 orang di luar Jepang," katanya.

Mereka bukan hanya dari MOFA tetapi juga dari kementerian pertahanan, intelijen, polisi nasional dan badan pemerintah lain, dikumpulkan di MOFA sebagai markas besar utamanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved