Transgender Jepang Ini Meninggal dan Kulit Mukanya Dimakan Anjing
Polisi telah menyelidiki secara mendalam kasus ini yang semula diduga pembunuhan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kematian transgender Yoshi Tsuchida (38) tanggal 12 November tahun lalu dengan muka kulit terkelupas semua ternyata karena bunuh diri.
Demikian ungkap hasil penyelidikan kemarin (19/2/2016).
"Polisi telah menyelidiki secara mendalam kasus ini yang semula diduga pembunuhan. Namun ternyata hasil penyelidikan menunjukkan hasil bahwa korban bunuh diri," ujar sumber Tribunnews.com Sabtu ini (20/2/2016).
Tsuchida yang memiliki pacar juga lelaki diperiksa ketat oleh polisi dan hasilnya tak ada keterkaitan pacarnya dengan penyebab kematian.
Sebelum meninggal Tsuchida minum banyak obat tidur dan membungkus kepalanya sendiri diperkirakan agar cepat meninggal.
Oleh karena merasa sakit dengan kulit mukanya yang terkelupas, sebagai proses perubahan kelamin dari lelaki ke wanita, dia tak tahan lagi bunuh diri dengan banyak minum obat tidur.
Namun karena di rumahnya ada dua anjing chihuahua yang dipeliharanya, setelah kematiannya, kulit muka terkelupasnya dijilati dimakan anjingnya sendiri.
Itulah sebabnya kulit mukanya tampak berantakan terkelupas, ujar sumber itu lagi.
Penyelidikan polisi kepada kedua anjing dan DNA nya terbukti, ada bekas darah Tsuchida pada anjing peliharaannya tersebut.
Kasus ini ditutup polisi dengan hasil penyelidikan bunuh diri, dan bukan pembunuhan seperti di duga semula.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rumah-jepang-nih3_20160220_100159.jpg)