Selasa, 7 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Peringatkan Iran: Jangan Bepergian Menggunakan Kereta Api

Israel memperingatkan warga Iran untuk tidak menggunakan kereta api. Iran memprotes ancaman tersebut

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Israel memperingatkan warga Iran untuk tidak menggunakan kereta api
  • Iran memprotes ancaman tersebut dan meminta UNESCO mengutuk potensi serangan terhadap jalur kereta yang berstatus warisan dunia
  • Ketegangan meningkat setelah Iran menolak gencatan senjata dan AS mengeluarkan ancaman keras terkait Selat Hormuz.


TRIBUNNEWS.COM -
Militer Israel memperingatkan warga Iran agar tidak bepergian menggunakan kereta api, Selasa (7/4/2026).

Dalam pesan berbahasa Persia, militer Israel (IDF) menyatakan bahwa kehadiran warga di kereta api maupun di sekitar rel dapat membahayakan nyawa mereka.

"Demi keselamatan Anda, kami meminta untuk tidak menggunakan kereta api atau bepergian dengan kereta api di seluruh negeri mulai sekarang hingga pukul 21.00 waktu Iran," tulis militer di akun berbahasa Persia mereka, mengutip NDTV.

"Kehadiran Anda di kereta api dan di dekat rel kereta api membahayakan nyawa Anda."

Lalu lintas kereta api di Mashhad, Iran timur laut, dilaporkan berhenti setelah peringatan dari Israel, menurut kantor berita Fars.

Sementara itu, Iran telah membatasi akses internet di seluruh wilayahnya selama berminggu-minggu, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses peringatan tersebut.

Namun, jaringan satelit berbahasa Persia yang beroperasi dari luar Iran tetap menyiarkan laporan tersebut, sehingga informasi dapat sampai kembali ke Republik Islam.

Baca juga: Trump Pastikan Terus Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran: Mereka Itu Binatang

Iran Minta UNESCO Mengutuk Ancaman Israel

Dilaporkan Al Jazeera, Menteri Warisan Budaya Iran telah mengirimkan surat resmi kepada Direktur Jenderal UNESCO, meminta badan PBB tersebut untuk mengutuk ancaman Israel terhadap sistem jalur kereta api negara itu, seperti dilaporkan kantor berita ISNA.

Jalur kereta api trans-Iran sepanjang 1.394 kilometer yang menghubungkan Laut Kaspia di timur laut dengan Teluk Persia di barat daya telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2021 karena skalanya serta kompleksitas teknik yang digunakan untuk mengatasi medan yang curam dan berbagai tantangan lainnya, menurut situs resmi UNESCO.

Menteri tersebut menggambarkan ancaman itu sebagai serangan terhadap warisan bersama umat manusia dan mendesak badan PBB tersebut untuk segera mengambil sikap tegas guna mencegah aksi militer Israel.

Sementara itu, Israel juga melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Selasa (7/4/2026) pagi.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke Israel serta negara-negara Arab Teluk di sekitarnya.

Baca juga: Iran Tuduh Misi Penyelamatan Pilot AS Jadi Kedok Curi Uranium, Ketegangan Kian Memanas

Proposal Gencatan Senjata

Ancaman penyerangan kereta api tersebut muncul beberapa jam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata selama 45 hari dari Amerika Serikat dan menegaskan bahwa mereka menginginkan pengakhiran perang secara permanen.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak khawatir terhadap kemungkinan tuduhan kejahatan perang saat ia mengancam akan membom seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara itu tidak memenuhi tenggat waktu untuk membuka Selat Hormuz.

Tenggat waktu yang diberikan adalah pukul 03.30 waktu Iran (06.30 WIB) pada Rabu (8/4/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved