Breaking News:

WHO Cabut Status Darutat Internasional Terhadap Virus Zika

Meski virus Zika tidak lagi menjadi darurat internasional, WHO mengimbau upaya berkelanjutan untuk menghadapi virus itu.

(AsiaOne/AFP)
Penyemprotan dilakukan di sebuah sekolah di Bangkok, Thailand, 14 September 2016, dalam upaya mencegah penyebaran virus Zika. (AsiaOne/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA-- Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mencabut status darurat internasional terhadap virus Zika tidak lagi menjadi darurat internasional.

Meski virus Zika tidak lagi menjadi darurat internasional, WHO mengimbau upaya berkelanjutan untuk menghadapi virus itu.

Pada bulan Februari, WHO mengumumkan Zika sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan dunia internasional."

Pada hari Jumat (18/11/2016), WHO mencabut status darurat tersebut.

Seorang pejabat WHO mengatakan penelitian telah menunjukkan kaitan antara Zika dan kelahiran bayi dengan kepala kecil tidak normal, yaitu kondisi yang disebut sebagai mikrosefalia.

Pejabat itu menekankan perlunya upaya-upaya jangka panjang, termasuk dukungan bagi bayi-bayi dengan cacat lahir. Ia menjelaskan bahwa WHO belum menurunkan tingkat siaga dan mengatakan masih diperlukan upaya bertahun-tahun.

Virus Zika yang dibawa nyamuk mulai menyebar bulan Mei tahun lalu, utamanya di Brasil dan negara-negara lain di Amerika Selatan dan Tengah. Penyakit itu juga menyebar ke Amerika Utara dan Asia Tenggara.

Pada bulan Agustus, Singapura melaporkan serangkaian kasus penularan Zika. Dikhawatirkan wabah Zika dapat terjadi tiap kali musim nyamuk, yaitu sama dengan demam berdarah dengue. (NHK/WHO)

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved