Minggu, 31 Mei 2026

Terdesak di Marawi, Petempur ISIS Bisa Hengkang ke Indonesia

Perang di Marawi, Filipina selatan, kemungkinan akan berdampak jangka panjang terhadap ekstremisme di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
AP
Terbang puing-puing ketika jet tempur Angkatan Udara Filipina membombardir lokasi militan ISIS dalam pertempuran di Kota Marawi, Filipina Selatan, Jumat (9/62017). 

Setelah itu, masih menurut laporan IPAC, Damar mengirim uang itu ke kontak di Fiipina. Setelah Damar ditangkap tahun 2017, anggota JAD lainnya, Rohmat Septriyanto asal Tegal, yang bertugas sampai dia ditangkap pada akhir Mei.

Laporan terbaru IPAC ini juga mengkaji bagaimana dua jaringan ISIS di Indonesia terlibat di Mindanao dan akhirnya ditekan untuk berpartisipasi dengan mengirimkan sekitar 20 petempur ke medan perang Marawi.

Beberapa berasal dari JAD dan ada juga dari kelompok kecil yang belum banyak dikenal, al-Hawariyun. Pemimpin kelompok ini, Abu Nusaibah ditangkap bulan November 2016 lalu karena berupaya memicu kekerasan dalam unjuk rasa menentang gubernur Jakarta saat itu, Basukti Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved