Nuklir Korut: Korsel latihan rudal, AS ancam ‘pembalasan militer besar-besaran’
Latihan militer dengan amunisi sungguhan itu meliputi peluncuran roket dari pesawat-pesawat tempur, dan peluncuran rudal balistik dari pangkalan
Hal ini diikuti pernyataan media pemerintah Korea Utara yang mengakui guncangan yang terjadi bukanlah gempa bumi. Sebagai catatan guncangan itu 9,8 kali lebih kuat dibandingkan 'gempa' yang diakibatkan uji coba nuklir kelima, beberapa waktu lalu.
Korut mengklaim telah melakukan uji coba nuklir keenamnya, uji coba yang disebut sebagai yang terbang yang pernah dilakukan. Uji coba ini menggunakan bom hidrogen yang dipasangkan pada rudal jarak jauh.
Bom hidrogen berkali-kali lebih kuat dibandingkan bom atom. Bom hidrogen dibuat dari pencampuran berbagai atom untuk memuntahkan energi dengan kekuatan besar, sementara bom atom dibuat dengan memecah atom.
Lalu bagaimana reaksi dunia?
Presiden AS menyebut tindakan tersebut 'berbahaya.' Trump bahkan menyebut Korut sebagai 'negara bajingan,' yang sudah menjadi 'ancaman besar dan memalukan' termasuk bagi Cina, koalisi terdekat Pyongyang.
Trump juga menyatakan 'upaya pembicaraan' yang dilakukan Korea Selatan tidak ampuh menekan negara tetangganya itu.
- Getaran terdeteksi di dekat lokasi nuklir Korea Utara
- Korea Utara memiliki 'bom nuklir siap rudal'
- Tiga opsi militer untuk krisis Korea Utara: Dari 'gertakan' hingga operasi besar
"Amerika Serikat berencana menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan negara yang berbisnis dengan Korea Utara," kata Trump dalam cuitannya. Korut melakukan 90% aktivitas perdagangannya dengan Cina.
Cina sendiri telah "mengutuk keras" Korea Utara dan menyebut negara itu "tidak mempedulikan permintaan dunia internasional".
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in menyatakan reaksi "keras yang paling mungkin dilakukan" adalah dengan "secara penuh mengisolasi" Korea Utara.