Tragedi Kemanusiaan Rohingya
Tentara Myanmar Sengaja Pasang Ranjau di Perbatasan Bangladesh untuk Ciderai Pengungsi Rohingya
Sejumlah pengungsi etnik Rohingya mengalami cedera akibat ledakan ranjau di perbatasan Myanmar-Bangladesh dalam tiga hari terakhir. Siapa pemasangnya?
Editor:
Hasanudin Aco
Lebih dari itu, Khan menyebut beberapa pengungsi Rohingya yang masuk ke Bangladesh mengalami luka tembak. Namun konfirmasi atas kabar itu sulit didapatkan karena akses pers ke kawasan Myanmar yang sedang bergejolak itu sangat terbatas.
Seorang pengungsi Rohingya yang melintas di area ledakan itu mengaku merekam kondisi perbatasan tersebut. Ia mengaku melihat cakram berbahan logam berdiameter 10 sentimeter, terkubur sebagian di dalam lumpur.
Pengungsi itu yakin ia melihat dua cakram serupa yang juga terpasang di tanah kawasan itu.
Sebagian besar garis perbatasan Myanmar dan Bangladesh yang membentang sepanjang 217 kilometer merupakan tanah berpori yang lembek. Hampir di sepanjang kawasan itu, Myanmar membangun pagar kawat berduri.
Myanmar yang selama ini dipimpin pemerintahan militer tercatat sebagai satu dari sedikit negara yang belum menandatangani perjanjian pelarangan ranjau tahun 1997 yang digagas PBB.
Kekerasan militer Myanmar terhadap kelompok pengungsi itu pada 25 Agustus lalu menewaskan setidaknya 400 orang Rohingya. Akibat kejadian itu, sekitar 125 ribu pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh yang bertetangga dengan Myanmar. Sejumlah pihak menyebut kejadian itu disebut sebagai krisis kemanusiaan.