Kamis, 23 April 2026

Mahathir Mohamad: Polisi beralasan geledah rumah mantan PM Najib Razak

PM baru Malaysia, Mahathir Mohamad, membela kepolisian yang secara maraton menggeledah kediaman pribadi Najib Razak yang dilaporkan terkait

"Saya merasakan harus mengikuti undang-undang, dan penegakan undang-undang itu sama juga yang dijanjikan oleh Tun Dr Mahathir," kata Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr Wan Azizah Wan Ismail, kepada wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir, dalam wawancara pada Kamis (17/05).

Namun demikian ia memahami pernyataan atasannya bahwa kepolisian sudah mempunyai prosedur operasional standar, "Mungkin kita juga harus memberikan kebebasan kepada polisi untuk mencari apa-apa sebagai bukti.

"Tetapi kita tidak boleh melupakan keluarga Pak Najib Razak. Tun Razak (ayah Najib) itu dulu perdana menteri Malaysia, mempunyai sumbangan juga kepada Malaysia," paparnya.

Kritik dari putri Anwar Ibrahim

Selain menghormati sosok ayah Najib, menurut istri Anwar Ibrahim tersebut, perlakuan adil seharusnya juga diberikan kepada Najib Razak.

"Walaupun dia sekarang tidak berkuasa, ia juga rakyat Malaysia yang mesti dilindungi oleh undang-undang Malaysia. Kalau dia salah, harus ditangani sesuai aturan yang berlaku.

Kritik lebih keras disuarakan oleh putrinya, Nurul Izzah yang menjadi anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat. Putri sulung Anwar itu mengingat peristiwa yang dialaminya tahun 1998, ketika aparat keamanan menyerbu kediaman Anwar Ibrahim di Bukit Damansara lewat sebuah operasi pada dini hari.

javascript:void(0)

Penangkapan Anwar Ibrahim -yang menjabat sebagai wakil perdana menteri ketika itu di bawah PM Mahathir Mohamad- mencetuskan gerakan reformasi di Malaysia.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved