Erdogan dinyatakan menang dalam pilpres Turki: 'Saya harap hasil ini tidak dicurangi'
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden dengan perolehan suara 53% suara mengalahkan rival kuatnya,
Dia akan memulai masa jabatannya yang kedua dengan supergesit.
- Konsep jihad resmi diajarkan di berbagai sekolah di Turki
- Referendum Turki mendukung wewenang baru untuk presiden
- Turis Indonesia ke Turki terbanyak dibandingkan negara ASEAN lain
Dulu jabatan presiden di Turki tak lebih dari jabatan seremonial. Namun, pada April 2017, 51% pemilih Turki mendukung konstitusi baru yang memberikan presiden sejumlah wewenang kuat.
Di antaranya:
- Menunjuk langsung pejabat publik di posisi penting, termasuk menteri dan wakil presiden
- Mencampuri sistem hukum
- Menerapkan status darurat
- Menghapus jabatan perdana menteri
Pihak pengkritik menuding Erdogan mencoba memerintah seorang diri, dan lawan politiknya menyebut kekuasaannya tidak akan mendatangkan perubahan.
Jika pilpres dan pemilihan umum legislatif sama-sama dimenangi Erdogan dan partai AK, lanskap politik Turki tidak akan banyak berubah.
Namun, jika hasilnya berbeda, ketidakstabilan politik dikhawatirkan bisa terjadi.
Sejak percobaan kudeta pada 2016, Turki telah mengalami masa sulit. Lebih dari 160.000 orang ditahan, menurut PBB, sebagai bagian dari upaya pembersihan pengaruh Fethullah Gulen—ulama yang dituding pemerintah Turki berada di balik upaya kudeta.