Relawan dan wartawan di balik penyelamatan 12 remaja dan pelatihnya di Thailand
Bagaimana privasi keluarga korban tetap dilindungi? Wartawan BBC Haryo Wirawan yang meliput di tempat kejadian selama dua pekan menceritakan
Para penyelamat itu bukan penyelam biasa, mereka adalah yang terbaik di dunia. Mereka datang dengan peralatan profesional, melakukan pekerjaannya dengan seaman mungkin. Menyelam di gua tidak semudah menyelam di laut karena airnya keruh dan gelap dan oksigen pun tipis.
"Mereka selalu ganti shift tepat waktu karena mengutamakan keamanan," kata Haryo. Mereka juga tidak banyak bicara kepada wartawan.
"Semua pihak bukan tutup mulut tapi nampaknya ingin fokus bekerja dengan baik tanpa ada pernyataan apapun pada media," kata dia.
Perkembangan setiap kejadian diberitahu pemerintah lokal. Mereka akan memberi pengumuman di speaker besar agar para wartawan berkumpul di lokasi konferensi pers yang sudah disiapkan, sekitar 5-10 meter dari tenda utama. Biasanya yang berbicara adalah gubernur dan perwakilan tentara lokal.
Upaya penyelamatan disiarkan secara langsung televisi lokal Thailand, di hampir semua channel. Ketika ada pernyataan pers, semua acara berhenti untuk menyiarkan secara langsung. BBC sendiri menurunkan sekitar 30 orang yang bergantian melaporkan secara langsung. Tidak hanya wartawan, tapi juga divisi digital yang memberikan laporan untuk media sosial dan video.
Setelah korban terakhir keluar dari gua dan dibawa dengan ambulans, 10 Juli 2018, suasana kegembiraan tak bisa dibendung.
"Waktu misi selesai, semua yang keluar dari area gua selalu ceria, semuanya bertepuk tangan, saling memuji. Tentara, penyelam, disambut dengan meriah, mereka diangkut naik pick up dengan gembira dan melambaikan tangan dengan senang sekali di depan lensa kami," kata Haryo.