Selasa, 14 April 2026

Ganda Indonesia peraih emas tenis Asian Games: 'Beban kami sudah terangkat'

Aldila Sutjiadi melepas peluang bekerja di AS agar bisa masuk tim nasional tenis Indonesia. Sementara Christopher Rungkat mencapai titik tertinggi

Tak ditargetkan meraih medali apapun, pasangan petanis ganda campuran, Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat tanpa diduga justru berhasil meraih emas dalam Asian Games 2018.

Capaian mereka itu menghapus dahaga prestasi tenis Indonesia, yang terakhir kali menyabet emas pada Asian Games tahun 2002.

Setelah mengandaskan pasangan Thailand di partai final yang berlangsung di Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (25/08), kegembiraan dan keterkejutan tampak meluap dari wajah keduanya.

Laga tenis yang biasanya lengang pun berubah riuh rendah menyambut kemenangan Aldila dan Rungkat.

"Rasanya relieved (lega, beban saya terangkat)," ujar Rungkat, petenis laki-laki paling senior Indonesia, tentang medali emas yang diraihnya.

Rungkat kini berusia 28 tahun. Ia jatuh bangun membangun karier sejak 2008, sulit mendapat dukungan finansial hingga cedera panjang, sebelum akhirnya menjadi yang terbaik di Asia di nomor ganda campuran.

Rungkat yang telah mengoleksi empat medali emas Sea Games itu tak lupa memuji rekannya, Aldila, yang menjalani debut Asian Games tahun 2018 ini.

"Dila melakukan salah satu pukulan terbaik dalam turnamen," kata Rungkat.

Adapun, emas ini seperti melunasi pertaruhan besar yang dilakukan Aldila. Tahun 2017, ia memutuskan kembali ke Indonesia, meski lulus sebagai sarjana berpredikat terbaik dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat.

"Biasanya, mereka yang lulus dari sana akan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Tapi saya ingin kembali dan membela tim nasional," kata Aldila.

Dalam wawancara khusus dengan BBC News Indonesia, Aldila dan Rungkat menceritakan perjuangan dan berbagai pengorbanan mereka untuk mencapai titik kesuksesan ini. Berikut petikannya:

Saat kalian dipastikan menang, kalian tampak sangat emosional, terutama Rungkat yang kemudian berlari untuk memeluk tim pelatih dan manajemen. Apa yang ada di benak kalian di detik-detik kemenangan itu?

Rungkat: Tenis sudah paceklik emas selama sekian tahun dan kami mampu mengembalikan tradisi itu. Setelah sekian lama, kami dapat mengembalikan tenis Indonesia ke masa kejayaan seperti dulu.

Sebagai tuan, ada ekspekstasi penonton, bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya harus dinyanyikan. Setelah kami memenangkan poin terakhir, relieved (lega) sekali rasanya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved