Ganda Indonesia peraih emas tenis Asian Games: 'Beban kami sudah terangkat'
Aldila Sutjiadi melepas peluang bekerja di AS agar bisa masuk tim nasional tenis Indonesia. Sementara Christopher Rungkat mencapai titik tertinggi
Aldila: Kami memberi semangat satu sama lain. Kami berjuang poin per poin dan harus bermain dengan tenang. Kalau tegang itu pasti terburu-buru.
Terima kasih Christo, karena sudah banyak membimbing aku. Dia lebih senior, berpengalaman, dan pemain ganda yang sangat bagus.
Dukungan dari rekan sangat membantu dalam poin-poin yang tegang.
Apakah kalian pernah membayangkan menjadi yang terbaik di Asia?
Aldila: Proses ini butuh waktu lama. Ini bukan proses spontan. Saya kuliah di Amerika sambil tetap bermain tenis.
Saya lulus dari fakultas matematika ekonomi dengan predikat cum laude. Biasanya yang lulus dari AS, pasti bekerja di sana karena banyak lapangan pekerjaan yang terbuka.
Tapi saya ingin mencoba berkarier di tenis. Pada tahun terakhir kuliah, saya memutuskan kembali ke Indonesia dan bermain di tim nasional.
Tenis jarang dilirik sebagai pendongkrak prestasi Indonesia di ajang olahraga internasional. Namun mungkinkah medali emas Asian Games mengantar kalian bertarung di Olimpiade 2020 yang bakal berlangsung di Tokyo, Jepang?
Rungkat: Undian di Olimpiade sangat terbatas. Dari sekian puluh negara dan peringkat petenis, semuanya papan atas. Hanya akan ada 32 pasangan yang bertarung di Olimpiade.
Kalau saya dan Aldila berada di peringkat top 100 dunia, kami mungkin bisa masuk Olimpiade.
Semoga pencapaian kami di Asian Games ini bisa menjadi pertimbangan Komite Olimpiade Internasional untuk memberi kami wild card.
Sejak era Yayuk Basuki, Wynne Prakusya, dan Angelique Widjaja, tak ada lagi petenis Indonesia yang berbicara banyak di turnamen grand slam. Apakah dana merupakan hambatan terbesar?
Aldila: Saat junior, saya menggunakan dana orang tua. Sempat ada bantuan dari perusahaan, salah satunya dari sektor penerbangan.
Tapi sekarang saya belum ada sponsor lagi. Masih gunakan dana sendiri dan bantuan KONI Jawa Timur.