Ganda Indonesia peraih emas tenis Asian Games: 'Beban kami sudah terangkat'
Aldila Sutjiadi melepas peluang bekerja di AS agar bisa masuk tim nasional tenis Indonesia. Sementara Christopher Rungkat mencapai titik tertinggi
Bertanding di luar negeri butuh biaya besar. Untuk tiket pesawat, pelatih, akomodasi selama di luar negeri. Dengan medali emas ini, semoga pemerintah membantu kami agar pertenisan Indonesia maju.
Berapa dana yang kalian habiskan untuk satu musim pertandingan?
Rungkat: Pengeluaran kotor antara US$50 ribu sampai US$75 ribu (Rp740 juta hingga Rp1,1 miliar). Itu biaya minimum. Kami harus membayar pelatih dan fisioterapis untuk mendukung karier kami.
Setelah mengharumkan Indonesia dalam Asian Games 2018, apa kritik dan saran kalian bagi pemerintah?
Rungkat: Peran pemerintah sangat penting dalam pembinaan tenis yang jangka panjang. Mudah-mudahan birokrasi ke depan dapat dimudahkan.
Dan pemerintah semoga dapat membiayai kami, mungkin tidak sepenuhnya, untuk tur ke beragam turnamen, terutama untuk petenis muda.
Apakah saat ini sudah ada calon-calon suksesor kalian di level junior?
Rungkat: Segmen petenis laki-laki perlu lebih diperhatikan. Tongkat estafet ke atlet junior di bawah usia saya cukup jauh. Antonhy Susanto dan Justin Barki usianya berbeda 10 tahun dibandingkan saya.