Senin, 13 April 2026

Wartawan Arab Saudi hilang misterius di Turki: Presiden Erdogan tantang Saudi

Arab Saudi ditantang membuktikan bahwa wartawan kondang asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, memang sudah meninggalkan Konsulat Arab Saudi di Istanbul,

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menantang Arab Saudi untuk memberikan bukti yang menunjukkan wartawan kondang asal negara itu, Jamal Khashoggi, memang sudah meninggalkan Konsulat Arab Saudi di Istanbul, sebagaimana diklaim oleh pihak Arab Saudi.

Wartawan berkewarganegaraan Arab Saudi itu masuk ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Selasa (02/10) pekan lalu tetapi hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Arab Saudi menegaskan Khashoggi meninggalkan konsulat tidak lama setelah ia rampung mengurus surat-surat yang diperlukan.

Poster Khashoggi
Reuters
Seorang pengunjuk rasa membawa poster foto Jamal Khashoggi di depan Konsulat Arab Saudi di Turki.

Namun tunangan Kashoggi, Hatice Cengiz, mengaku tidak melihat Khasoggi keluar dan Turki menduga ia telah dibunuh di dalam konsulat. Arab Saudi membantah tuduhan itu.

"Para pejabat konsulat tidak dapat membela diri dengan mengakan ia telah meninggalkan kantor konsulat," tegas Presiden Erdogan dalam jumpa pers pada Senin (08/10).

"Jika benar ia sudah pergi, maka Anda harus memberikan bukti berupa rekaman video."

Akses penggeledahan

Pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan dikeluarkan sehari setelah sejumlah pejabat Turki mengatakan tim penyelidik mempunyai "bukti konkret" tentang pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dikatakan pembunuhan itu dilakukan oleh tim Arab Saudi yang beranggotakan 15 orang yang tiba di Turki pekan lalu. Sejauh ini Turki belum memberikan bukti terkait tudingannya tersebut.

Turki juga telah meminta akses untuk melakukan penggeledahan tetapi belum diketahui kapan langkah itu akan dilakukan.

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, sebelumnya mengatakan pihak berwenang Turki dipersilakan untuk melakukan penggeledahan di konsulat karena tidak ada yang disembunyikan.


Analisis wartawan BBC masalah keamanan, Frank Gardner

Tuduhan yang diarahkan kepada Arab Saudi tentang apa yang mungkin telah dilakukannya terhadap salah seorang pengkritiknya yang paling terkenal - jika terbukti - mengerikan. Tetapi sejauh ini bukti belum diberikan sehingga setiap orang menerka-nerka apa yang telah terjadi kepadanya setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Saya mengenal Jamal Khashoggi selama 18 tahun dan meskipun ia terus terang, ia adalah orang yang tidak memperhitungkan risiko tanpa rencana. Ya, ia tahu ia telah menyinggung perasaan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang berpengaruh dengan berbagai kritiknya yang dibaca luas tentang kepemimpinannya yang semakin opresif. Tetapi Khashoggi menduga situasinya terkendali.

Sebaliknya, orang-orang Saudi yang saya hubungi yakin, meskipun secara resmi dibantah, skenario yang mungkin adalah bahwa ia diculik di dalam konsulat, dibawa keluar dengan mobil diplomat dan "diberikan" kembali ke Arab Saudi untuk menghadapi hukuman atau ditahan tanpa komunikasi dengan dunia luar dengan tahanan rumah tanpa batas waktu.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved