Minggu, 31 Agustus 2025

Gempa di Sulteng

Profesor Jepang Sarankan Indonesia Berikan Pelatihan Bagi Warganya Menghadapi Gempa Bumi

Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah tanggal 28 September lalu ternyata masih akan berlanjut sebagai gempa susulan dalam setahun mendatang.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Profesor Fumihiko Imamura dari Universitas Tohoku 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Fumihiko Imamura memprediksi gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah tanggal 28 September lalu masih akan berlanjut sebagai gempa susulan dalam setahun mendatang.

"Saya ke Palu tiga hari melihat retakan tanah akibat gempa bumi tersebut. Cukup hebat gempa tersebut," ujar Profesor Fumihiko Imamura dari Universitas Tohoku kepada Tribunnews.com, Rabu (17/10/2018).

Profesor Fumihiko mempredikdi, gempa susulan masih akan muncul lagi di Sulawesi dalam kurun waktu setahun ini.

"Gempa susulan akan muncul lagi di Sulawesi dalam setahun mendatang di Sulawesi. Belum tahu kapan. Tetapi kekuatan gempa lebih kecil mungkin 5 Magnitude (SR), tidak besar seperti kemarin itu," kata dia.

Lalu bagaimana antisipasi bagi rakyat Indonesia?

"Ya sebaiknya semua orang belajar mengerti mengenai gempa bumi dan juga latihan menghadapi kalau seumpama gempa bumi datang harus ngapain saja dan sebagainya. Latihan itu juga lakukan bukan siang saja tetapi juga malam hari," ungkap Profesor Fumihiko.

Baca: Uji Coba Konbini Tanpa Kasir di Jepang Hanya Dua Bulan

Latihan tersebut menurutnya bukan oleh kaum dewasa saja tetapi juga bersama anak-anak juga.

"Oleh karena itu latihan dilakukan juga di sekolah mulai Sekolah Dasar sampai Universitas juga. Mungkin setahun empat kali. Kalau latihan ini dilakukan secara rutin tentu apabila terjadi gempa secara otomatis tidak panik dan bisa mengantisipasi melakukan yang terbaik sehingga bisa selamat," jelas sang profesor.

Baca: Anniversary ke-4, Nagita Slavina Nangis Pinta Hal Ini ke Raffi Ahmad, Luna Maya Ungkap Alasannya

Profesor Fumihiko mengaku telah 20 kali ke Indonesia tetapi dia tak mengerti bahasa Indonesia karena selalu berbahasa Inggris.

"Saat ke Palu saya pertama kali melihat dampak gempa dan menanyai banyak saksi mengenai tsunami. Tinggi tsunami mencapai sekitar 10,5 meter sehingga tak heran banyak yang jadi korban. Saya ikut berduka cita untuk itu," tambahnya.

Baca: Adian Napitupulu Tuding Prabowo-Sandi Feodal, Gamal Albinsaid: Kredibilitasnya Dipertanyakan

Profesor Fumihiko akan berkunjung ke Bali 29 Oktober mendatang.

Dia berulang kali kembali mengingatkan agar semua orang termasuk pelajar bisa direncanakan pemda masing-masing agar melakukan latihan menghadapi bencana alam terutama gempa bumi karena diduga akan muncul lagi gempa susulan di Sulawesi.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan