Kisah pria Brasil mainkan gitar setiap hari demi istrinya yang mengidap alzheimer
Lucio Yanel yakin musik adalah satu-satunya medium komunikasi dengan istrinya yang mengidap penyakit otak akut.
Perawatan saat ini dapat membantu meringankan gejala tetapi tidak bisa menghentikan Alzheimer.
Fatima didiagnosa pada tahun 2008, ketika dia baru berumur 52 tahun - Alzheimer biasanya muncul pada orang di atas 65 tahun.
Penyakit ini dengan cepat memburuk.
"Dia segera melupakan nama orang dan tidak lagi mengetahui cara mandi atau ke belakang," kata Pedro, anak terkecil pasangan tersebut kepada BBC News Brasil.
Lucio adalah seorang pemain gitar yang bagus.
Dilahirkan di Argentina, dia telah bermain dengan sejumlah seniman terkenal Amerika Latin, seperti Mercedes Sosa dan Astor Piazzola.
Dia masih bermain secara profesional tetapi karena dirinya harus merawat istrinya, Lucio harus mengurangi jumlah pementasannya.
Gitar membunuh air mata
Pedro mengatakan bahkan sebelum keadaan Sueli memburuk dia sudah tidak bisa mengenali dirinya ataupun ayahnya.
Tetapi Lucio percaya dia kadang-kadang mengenal mereka.
"Kapanpun saya minta dicium, dia melakukannya. Dia juga mencium anak laki-laki kami di pipinya."
Dia menyadari bahwa merayu istrinya lewat musik dapat mencapai berbagai hal yang tidak dapat dicapai obat.
Penyakit tersebut membuatnya terus menangis, tetapi dia akan terdiam jika Lucio memainkan gitar.
"Pada mulanya saya bermain untuk membuatnya bahagia ketika dia mengetahui dirinya menderita Alzheimer. Tetapi kemudian saya menyadari ini dapat meringankan gejalanya."
Psikiater Regiane Garrido setuju bahwa permainan gitar Lucio penting bagi Sueli.
"Adalah sangat umum bagi para pasien untuk menikmati musik, terutama sebuah lagu yang mereka dengarkan saat masih muda," kata Regina.