Negara-negara mana saja yang paling banyak menampung imigran?
Penelitian baru menunjukkan Amerika Serikat sebagai negara penampung imigran terbanyak di dunia tetapi dari persentase total penduduk, Uni Emirat
Belanda
12,1
"Meskipun skalanya besar, khususnya di Eropa, arus migran yang dicatat sejak 2015 karena perang di Timur Tengah tidak secara sifnifikan mengubah gambaran global tentang migrasi internasional," kata Pison.
"PBB mengatakan terdapat sekitar 258 juta migran internasional pada tahun 2017, hanya sebagian kecil dari seluruh penduduk dunia (3,4%)."
"Dan proporsi imigran baru meningkat sedikit selama dekade-dekade terakhir - 30 tahun lalu, pada tahun 1990, tercatat 2,9%, dan tahun 1965 tercatat 2,3%. Angka itu mungkin hanya mengalami perubahan sedikit selama 100 tahun terakhir," tambahnya.
Amerika Serikat tercatat sebagai negara yang paling banyak mempunyai penduduk dari kalangan imigran di dunia: 49,8 juta, berdasarkan data tahun 2015.
Dengan jumlah itu maka sekitar 15% dari total penduduk Amerika Serikat adalah imigran.
- Lagi, bocah imigran tewas di tahanan perbatasan Amerika Serikat-Meksiko
- Kursi partai anti imigran naik, pembentukan pemerintahan Swedia terancam kebuntuan
- Berbulan-bulan tinggal di bandara Malaysia, pengungsi Suriah dapat suaka Kanada
Namun jika dihitung berdasarkan persentase imigran dibandingkan keseluruhan jumlah penduduk di satu negara, Uni Emirat Arab menduduki urutan paling atas.
Delapan juta imigran atau 88% dari jumlah penduduk Uni Emirat Arab adalah imigran.
Tren baru
Data itu mencerminkan ketergantungan Uni Emirat Arab terhadap tenaga kerja terampil dan nonterampil dari luar negeri, termasuk dari Indonesia dan Bangladesh.
Penelitian ini menunjukkan bagaimana distribusi migrasi global telah berubah selama 10 tahun terakhir.
Pada dekade-dekade sebelumnya, arus manusia dari belahan utara ke belahan selatan yang lebih miskin umum terjadi.
Sekarang, sebagaimana ditunjukkan hasil riset Pison, kelompok terbesar terdiri dari pergerakan selatan-ke-selatan — yaitu orang-orang yang dilahirkan di negara berkembang dan kemudian berpindah ke negara berkembang lainnya.
Pada tahun 2017, jumlah kelompok tersebut lebih besar dibandingkan jumlah orang yang berpindah dari negara-negara miskin ke negara-negara kaya.