Negara-negara mana saja yang paling banyak menampung imigran?
Penelitian baru menunjukkan Amerika Serikat sebagai negara penampung imigran terbanyak di dunia tetapi dari persentase total penduduk, Uni Emirat
Namun, berdasarkan hasil studi itu pula, Spanyol tergolong negara baru tujuan para imigran.
Negara-negara sumber imigran
"Spanyol tergolong sebagai negara yang penduduknya berpindah ke negara lain sampai akhir tahun 1980-an tetapi sekarang merupakan negara yang 13% penduduknya adalah imigran, mirip dengan Amerika Serikat," jelas Gilles Pison.
Bagaimana dengan negara-negara yang banyak penduduknya berpindah ke negara lain?
Dari segi jumlah belaka, tidaklah mengherankan jika India menduduki peringkat pertama di daftar negara-negara yang penduduknya banyak berpindah ke negara lain. Sekitar 16 juta warga India bermukim di luar negeri, sedikit lebih dari 1% total penduduk India. Di peringkat kedua adalah Meksiko dengan 12,5 juta orang , atau satu dari 10 warga Meksiko).
Negara-negara yang penduduknya banyak berpindah ke negara lain (Sumber: PBB, 2017) | |
|---|---|
India | 16,6 juta |
Meksiko | 13 juta |
Rusia | 10,6 juta |
Cina | 10 juta |
Bangladesh | 7,5 juta |
Suriah | 6,9 juta |
Pakistan | 6 juta |
Ukraina | 5,9 juta |
Filipina | 5,7 juta |
Inggris | 4,9 juta |
Afghanistan | 4,8 juta |
Namun jika dilihat dari proporsi, ranking negara-negara berbeda lagi.
Negara pengirim migran terbesar adalah negara kecil Bosnia-Herzegovina. Lebih dari 45% dari total penduduk 3,5 juta jiwa kini tinggal di luar negeri.
Cape Verde dan Albania juga berada di tempat atas dari sisi jumlah warga yang meninggalkan negara mereka untuk bermukim di negara lain jika dibandingkan dengan proporsi total penduduk.
"Imigrasi menjadi masalah peka di sejumlah negara dan terdapat ketakutan besar yang tidak berdasar," kata Pison.
Penelitian Pison ini juga menggarisbawahi negara-negara yang menjadi "pengirim" dan sekaligus "penerima". Salah satu contohnya adalah Inggris. Masalah imigrasi menjadi persoalan amat penting dalam agenda politik dan mempunyai andil besar dalam mempengaruhi keputusan warga Inggris untuk keluar sebagai anggota Uni Eropa.