Tujuh emosi yang sudah sirna atau telah berubah
Emosi - dan cara emosi itu sendiri terjadi, diekspresikan dan dibicarakan - dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan membantu kita
"Ini adalah emosi bagus lain di zaman pertengahan," jelas Dr Chaney.
"Ini seperti kemarahan, tetapi lebih spesifik dibandingkan penggunaan kemarahan sekarang ini."
"Seseorang yang mengalami kekalutan akan merasakan agitasi berat. Mereka akan menunjukkan kemarahan yang disertai kekerasan, membenturkan badan sendiri dan membuat gaduh."
Emosi ini menggarisbawahi kecenderungan modern untuk menganggap perasaan sebagai sesuatu yang pada dasarnya adalah masalah internal seseorang, sesuatu yang dapat disembunyikan jika kiat berusaha menyembunyikannya.
Kondisi tersebut tidak berlaku bagi orang-orang yang mengalami kekalutan di zaman pertengahan.
"Bahasa yang digunakan orang untuk menggambarkan perasan mereka menandakan bahwa mereka merasakan sesuatu yang tidak pernah dapat kita rasakan," kata Dr Chaney.
3. Melancholy (melankolis)
Melankolis adalah kata yang sekarang kita gunakan untuk menggambarkan perasaan cukup sedih atau termenung.
"Namun di masa lampau, melankolis berbeda," Dr Chaney menjelaskan.
"Di awal periode modern, melankolis dianggap sebagai penderitaan fisik yang sering diwarnai dengan ketakutan."
Hingga Abad ke-16, diyakini kesehatan dipengaruhi oleh keseimbangan empat cairan tubuh: darah, dahak, empedu kuning dan empedu hitam.
Melankoli terjadi ketika kandungan empedu hitam seseorang terlalu banyak.
"Dalam beberapa kasus, orang takut bergerak karena mereka berpikir empedu terbuat dari kaca sehingga bisa pecah," tambahnya.
4. Nostalgia (nostalgia)