Sabtu, 23 Mei 2026

Tujuh emosi yang sudah sirna atau telah berubah

Emosi - dan cara emosi itu sendiri terjadi, diekspresikan dan dibicarakan - dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan membantu kita

Tayang:

Istilah "moral insanity" atau kegilaan moral digunakan oleh dokter James Cowles Prichard pada tahun 1835.

"Pada hakikatnya itu berarti 'kegilaan emosional'." Dr Chaney menjelaskan.

"Karena untuk jangka waktu yang lama kata 'moral' berarti 'psikologis', 'emosional' dan juga, secara membingungkan berarti 'moral' dalam arti yang kita gunakan sekarang."

Pasien-pasien yang menurut Prichard dianggap "kegilaan moral" adalah mereka yang bertindak tidak biasa atau tidak menentu tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental.

"Ia (Prichard) merasa terdapat banyak pasien yang mampu hidup seperti orang lain, tetapi mungkin tidak mampu mengendalikan emosinya, atau tanpa diperkirakan, ia melakukan tindak pidana," jelas Dr Chaney.

"Kleptomania di kalangan perempuan terdidik, misalnya, dianggap sebagai gejala kegilaan moral karena perempuan-perempuan itu dinilai tidak perlu untuk mencuri."

Naskah asli ditulis oleh BBC Radio Three dalam program Free Thinking.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved