Theresa May mundur: Bagaimana Inggris memilih perdana menteri baru?
Setelah berkuasa selama 1.059 hari, Perdana Menteri Inggris Theresa May secara resmi mundur sebagai ketua partai yang berkuasa, Konservatif,
Setelah berkuasa selama 1.059 hari, Perdana Menteri Inggris Theresa May secara resmi mundur sebagai ketua partai yang berkuasa, Konservatif, Jumat (07/06).
Namun ia tetap akan menjabat sebagai perdana menteri sampai penggantinya dipilih dan diperkirakan pada minggu ketiga bulan Juli.
May akan tetap memegang posisi penjabat ketua partai sampai proses pemilihan selesai.
Mengapa May mengundurkan diri dan apa artinya bagi masa depan Britania Raya?
- Theresa May: PM Inggris akan mundur karena Brexit berlarut
- Ketimpangan etnis di Inggris harus diatasi, tekad PM Theresa May
- Keputusan PM Inggris keluar dari pasar tunggal Uni Eropa dikritik
Mengapa Theresa May mundur?
Selama menjabat sebagai perdana menteri, Theresa May gagal menyelesaikan tugas paling pentingnya, menyelesaikan Brexit.
Warga Inggris memilih untuk berpisah dari Uni Eropa dengan suara 52% dan suara yang menolak 48% dalam referendum Juni 2016.
Dua setengah tahun kemudian, kesepakatan dicapai antara Inggris dan Uni Eropa terkait proses Brexit.
Namun anggota Partai Konservatif merasa kesepakatan itu buruk dan beberapa menteri May mundur.
Keluarnya Inggris dari Uni Eropa ditunda sampai 31 Oktober dan dengan semakin tingginya tekanan, May mengumumkan pengunduran dirinya dua minggu lalu.
Siapa yang ingin jadi perdana menteri?
Sejauh ini sudah ada 11 orang yang ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin partai Konservatif, yang pada ujungnya akan terpilih sebagai perdana menteri.
Boris Johnson, mantan menteri luar negeri dan wali kota London saat ini adalah favorit.
Namun favorit tidak selalu menang.
Johnson pernah jadi favorit tahun 2016 sebelum pendukung utamanya, Michael Gove muncul. Kali inipun, mantan menteri dalam negeri ini juga mencalonkan diri.
Dari 11 calon, dua adalah perempuan.
Siapa yang memilih pemimpin baru?