Minggu, 31 Agustus 2025

Jagung Putih Hasil Pertanian di Kota Nerima Jepang Bisa Dikonsumsi Tanpa Dimasak

Hasil pertanian jagung di Kota Nerima menghasilkan panen jagung putih yang manis, bahkan dalam keadaan mentah juga bisa dikonsumsi.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Nobuo Nishigai, pemilik pertanian Nishigai yang punya riwayat sekitar 300 tahun sejak zaman Edo, dengan jagung putih andalannya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejak 300 tahun lalu saat Zaman Edo, masyarakat Jepang sudah bertani dan bercocok. Dan kini hasilnya pun berbuah manis.

Salah satunya bercocok tanam jagung menghasilkan panen jagung putih yang manis, bahkan dalam keadaan mentah juga bisa dikonsumsi.

"Saya ambil ya itu sudah mateng bisa dimakan begitu saja," kata Nobuo Nishigai, pemilik tanah pertanian yang cukup luas di Nerimaku Tokyo khusus kepada Tribunnews.com, Senin (8/7/2019).

Nishigai lalu memetik jagung yang sudah matang, mengupas kulitnya hingga bersih dan memberikan kepada Tribunnews.com.

Baca: Sering Dicabuli Selama di Penjara, Asep Akhirnya Jadi Penyuka Sesama Jenis, Temannya pun Dibunuh

Ternyata benar, jagung yang masih mentah itu terasa lembut dan manis.

"Memang enak jagung ini bukan hanya dinikmati oleh kita saja tetapi juga oleh binatang yang berkeliaran di sekitar sini," tambahnya.

Nobuo Nishigai, pemilik pertanian Nishigai yang punya riwayat sekitar 300 tahun sejak zaman Edo, dengan jagung putih andalannya.
Nobuo Nishigai, pemilik pertanian Nishigai yang punya riwayat sekitar 300 tahun sejak zaman Edo, dengan jagung putih andalannya. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Kalau binatang seperti musang atau pun anjing rakun datang, tidak sedikit pohon jagung yang sudah masak itu rusak.

"Kalau binatang-binatang itu sudah datang, tidak hanya satu pohon dihabiskan tapi menjalar kemana-mana, sehingga jadi berantakan," kata dia.

Mengapa tidak pakai kamera CCTV atau pagar sebagai antisipasi?

"Terlalu mahal dengan perangkat tersebut. Belum lagi orangnya sangat kurang di sini. Pakai pagar saja masih dilompati masuk," ungkapnya.

Baca: Rina Perintahkan Selingkuhannya Habisi Nyawa Andi Usai Suaminya itu Mengaku Hamili Wanita Lain

Dari tiga lokasi tanah pertaniannya yang sangat luas sekitar satu hektar itu, hanya ditangani oleh Nobuo, ibunya, seorang pembantunya dan kadang juga istrinya.

"Memang berat sekali menangani tanah luas begini, tetapi ya apa boleh buat harus dilakukan juga karena ini yang menopang kehidupan kami," ujarnya.

Para pembeli hasil pertaniannya umumnya datang ke lokasi tersebut di samping juga ada produknya yang harus diantar ke toko-toko sayur dan buah di Tokyo.

Nobuo Nishigai mengaku belum pernah berkunjung ke Indonesia,

"Lain kali bersama keluarga kalau ada waktu libur kita ke Bali," ungkap ibu Nobuo.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan