Wali Kota Nerimaku Jepang Gelar UAWS, Berharap Bisa Tukar Pendapat dengan Indonesia

29 November 2019 mendatang akan diselenggarakan Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Nerima

Wali Kota Nerimaku Jepang Gelar UAWS, Berharap Bisa Tukar Pendapat dengan Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Akio Maekawa, Wali Kota Nerimaku Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wilayah Nerima, Tokyo memiliki area pertanian terbesar di antara 23 wilayah yang ada di Tokyo.

Mulai 29 November 2019 sampai dengan tanggal 1 Desember 2019  mendatang akan diselenggarakan Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Nerima, dijadwalkan 3 orang dari Jakarta hadir di acara tersebut. 

"Kami berharap utusan dari Indonesia dapat bertukar pendapat dengan kami di Nerima Jepang ini mengenai berbagai hal kependudukan dan tanah pertanian yang ada di tengah kota kita," kata Akio Maekawa kepada Tribunnews.com, Senin (9/7/2019).

Selain peserta dari Indonesia juga akan hadir peserta dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Korea Selatan.

"Kalau kita lihat New York, London dan Seoul tampaknya jelas terpisah sekali antara daerah kependudukan, tempat tinggal masyarakat, dengan daerah pertanian. Namun Jakarta dan Toronto Kanada tampaknya masih ada lokasi berbaur antara tempat pertanian di dalam kota dengan tempat tinggal penduduknya," ujar dia.

Oleh karena itu pihak Pemda Nerima berusaha mengambil dua contoh tersebut untuk menceritakan keadaan sekarang mengenai kota masing-masing.

Akio Maekawa, Wali Kota Nerimaku Tokyo
Akio Maekawa, Wali Kota Nerimaku Tokyo (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sehingga semua pihak bisa saling belajar berbagai hal mengenai pemetaan lokasi kota masing-masing.

"Dengan UAWS ini diharapkan semua kota di dunia juga bisa melihat apa yang dilakukan Nerima selama ini dalam menjaga kestabilan suasana di masyarakat, melestarikan alam dengan tetap melestarikan tanah pertanian di tengah masyarakat dan menghasilkan produktivitas serta saling menguntungkan bagi semua pihak," tambahnya.

Tanah pertanian di tengah kota memang dimungkinkan pemda di Jepang dengan UU yang ada.

Namun jika seseorang menggunakan tanahnya untuk tanah pertanian, harus terus dilakukan selama 30 tahun, tidak boleh berhenti dengan alasan apa pun.

Kecuali meninggal dunia sehingga kontrak dengan pemerintah berakhir dengan sendirinya.

Keuntungan penggunaan tanah untuk pertanian adalah pengurangan pajak tanah (Pajak Bumi Bangunan) yang cukup besar bisa mencapai separuhnya untuk tanah tersebut karena dianggap berproduksi untuk masyarakat.

Selain itu juga memberikan keseimbangan lingkungan antara beton kota dan penghijauan sekitar kota.

Sehingga memberikan suasana lingkungan kota semakin asri dan sejuk dan subsidi pemerintah kota pun bisa diberikan apabila diajukan dengan rencana kerjanya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved