Sabtu, 2 Mei 2026

Panorama pelangi yang menakjubkan di padang garam Bolivia

Padang garam Salar de Uyuni masuk di daftar destinasi wisata banyak orang, namun kebanyakan dari mereka tidak tahu bahwa area yang mengelilingi

Tayang:

Perairan Laguna Colorada menyediakan lingkungan yang sempurna untuk flamingo yang bersarang, karena perairannya memiliki persediaan plankton yang besar, sementara pantai berbatu dan berlumpur menghalangi predator.

Dari enam spesies flamingo dunia, tiga dapat ditemukan di laguna ini: Andean, Chili, dan James's. Faktanya, flamingo James ditemukan kembali di sini pada tahun 1957 setelah dianggap punah selama beberapa dekade.

Pemandangan alam yang sureal

Apa yang membuat Laguna Colorada begitu indah adalah keseimbangan sempurna antara elemen-elemen alami dan warna-warna cerahnya.

Endapan boraks putih dan lumut hijau dan kuning kontras dengan warna merah menyala dari air menciptakan pemandangan kaleidoskopik.

Sayangnya, lingkungan multi-warna ini dapat berubah secara drastis segera.

Pada awal 2019, Kementerian Ekonomi dan Keuangan menyetujui sebuah proyek untuk membangun pembangkit panas bumi yang hanya berjarak 40 km dari Laguna Colorada — sebuah proyek yang ditentang keras oleh pakar biologi Eliana Flores karena ekstraksi air panas akan mengganggu dinamika alami akuifer.

"Melanjutkan pembangunan pembangkit panas bumi mewakili kepunahan flamingo James, serta penghancuran ekosistem yang rapuh ini," tulisnya pada 2012 untuk surat kabar Bolivia La Razon.

Laguna dengan berbagai jenis mineral

Laguna Colorada bukan satu-satunya danau berwarna di wilayah tersebut. Dekat sudut barat daya Suaka Margasatwa Andes Nasional Eduardo Avaroa, Laguna Verde (Green Lagoon) dan Laguna Blanca (White Lagoon) hidup berdampingan hanya beberapa meter dari satu sama lain.

Laguna Verde memiliki warna mint karena arsenik dan tembaga dalam jumlah besar, sedangkan rona Laguna Blanca disebabkan oleh boraks di dalam air.

"Kadang-kadang kita mendapati aktivitas seismik dan kita tidak dapat melihat warna sebenarnya dari laguna," kata Mauro Berna, seorang pemandu wisata yang menemani saya berkeliling wilayah. Namun, teori lain menyiratkan pewarnaan air tergantung pada suhu, waktu hari dan angin.

Sebuah pemandangan dari planet alien

Mungkin itu adalah suhu es di pagi hari atau debu boraks yang bertiup di permukaan air, tetapi berada di lokasi dan waktu itu seperti berkeliaran di sekitar planet alien yang ditinggalkan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved