Jumat, 22 Mei 2026

Baltimore, kota di Amerika Serikat yang 'melawan' Trump

Di tengah rentetan komentar Donald Trump yang dianggap sinis, warga Baltimore menunjukkan upaya swadaya meningkatkan derajat hidup penduduk

Tayang:

Francina Townes adalah wirausawati berusia 18 tahun. Ia adalah lulusan sekolah menengah atas yang harus keluar dari segala kesukaran di kawasan West Baltimore.

Townes berkata, ia tumbuh dewasa melihat kawan-kawannya hamil muda atau masuk penjara. Ia bertekada mencari jalan keluar atas tren tersebut.

Dua tahun lalu, Townes membuka usaha rumahan yang memproduksi bulu mata palsu. Ia mulai membangun jaringan pelanggan yang loyal.

Townes kini menyewa ruangan di sebuah salon dan berharap mampu memiliki toko yang lebih besar suatu saat nanti.

"Satu hal tentang Baltimore, kami bisa bicara tentang diri kita sendiri, tapi jika seseorang dari daerah lain datang dan berusaha melakukan hal negatif, kami akan bersatu," kata Townes.

Derrick Chase yang bergiat di organisasi Stand Up Baltimore berbicara dengan para remaja di forum bertajuk YouthWorks, di kawasan Curtis Bay. YouthWorks adalah program musim panas yang menawarkan pekerjaan dan pelatihan untuk generasi muda.

Merujuk Kantor Wali Kota untuk Urusan Ketenagakerjaan dan Pengembangan Manusia, "Lebih dari 8.300 remaja dan muda-mudi Baltimore menerima tawaran pekerjaan musim panas."

Edwin Avent berpartisipasi dengan para pejajar untuk belajar dalam sesi musim panas sekolah khusus remaja laki-laki, Baltimore Collegiate School for Boys.

Avent yang mendirikan Black Professional Men Inc. tahun 1991 berusaha menyokong pemuda AS keturunan Afrika. Ia menawarkan beragam pendampingan, dari isu literasi finansial hingga musik rap.

Black Professional Men Inc. telah melatih 3000 anak lelaki dan memberi 225 beasiswa. Pendidikan dan aktivitas positif mereka anggap dapat menjauhkan remaja lelaki dari senjata ilegal, narkotik, hingga komplotan penjahat.

"Yang kami lakukan adalah membangun pemuda kulit hitam menjadi generasi yang terdiri dari dokter, pengacara, ilmuwan, dan pimpinan pemerintahan, bahkan mungkin Barack Obama selanjutnya," kata Avent.

Muda-mudi Baltimore bersepeda di sekitar restoran cepat saji HipHop Fish and Chicken. Setiap hari Minggu mereka berkumpul untuk bersepeda dan bergaul dengan kelompok pesepeda lainnya.

Seorang perempuan bercengkrama dengan anak temannya pada ajang bertajuk Feed The City. Acara itu menyediakan panganan gratis, terutama bagi para gelandangan, minimal satu bulan sekali.

Inisiatif itu dimulai dan disokong artis hip-hop asal Baltimore, Charm City Cee.

Sejumlah orang menari di jalanan sembali memegang poster bertuliskan 'Ceasefire' (gencatan sejata). Ceasefire adalah organisasi yang dibentuk untuk melawan tren kriminal bersenjata di Baltimore.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved