Mengapa mata uang Cina merosot dan apa dampaknya bagi perdagangan Indonesia?
Penurunan yuan berpotensi menyebabkan dampak luas bagi negara-negara lain, termasuk perdagangan Indonesia, dan juga perang dagang antara Amerika
Mata uang China kini telah mencapai titik terendah selama lebih dari satu dekade sehingga Amerika Serikat (AS) memberikan predikat kepada pemerintah Cina sebagai manipulator mata uang.
Pemberian cap itu akan menambah ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia.
Amerika Serikat memberikan predikat kepada China pada Senin (05/08), setelah mata uang China turun di bawah angka tujuh untuk setiap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2008.
- Presiden China memuji Putin sebagai 'teman baik'
- KTT G20: Trump dan Xi Jinping sepakat memulai kembali pembicaraan perdagangan AS-China
- RCEP: Mendulang peluang di tengah-tengah perang dagang AS-China
Beijing sebelumnya berusaha keras mencegah mata uangnya turun ke bawah tingkat simbolis.
Eskalasi perang dagang, yang dipicu oleh ancaman baru penerapan tarif oleh AS, dianggap menjadi pendorong perubahan kebijakan.
Pada Senin (05/08), Bank Rakyat China sebagai bank sentral mengatakan penurunan tajam yuan disebabkan oleh "tindakan sepihak dan proteksi perdagangan dan pemberlakuan kenaikan tarif terhadap China".
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan memberlakukan tarif 10% bagi barang-barang China senilai US$300 miliar, yang sejatinya mengenakan pajak bagi semua barang dari China yang masuk ke AS.
Bagaimana China menurunkan mata uangnya?
Yuan bukanlah mata uang yang bebas dijuarbelikan dan pemerintah Cina membatasi pergerakannya terhadap dolar AS.
Tidak seperti bank sentral pada umumnya, Bank Rakyat China tidak independen dan dilaporkan mendapat campur tangan ketika nilai mata uang yuan mengalami gejolak.
Ekonom senior masalah China di Capital Economics, Julian Evans-Pritchard mengatakan dengan cara mengaitkan devaluasi yuan dengan ancaman tarif terbaru, bank sentral China "sebenarnya mempersenjatai nilai tukar, sekalipun tidak secara proaktif memperlemah mata uang melalui campur tangan langsung".
Apa dampak dari yuan yang lemah?
Yuan yang lemah membuat barang-ekspor China lebih kompetitif, atau lebih murah jika dibeli dengan mata uang asing.
Dari kaca mata Amerika Serikat, hal itu dianggap sebagai upaya untuk mengimbangi dampak dari penerapan tarif yang lebih tinggi terhadap barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat.