Memercikkan Tinta di Tempat Suci Kuil Yasukuni Jepang, Warga Tiongkok Ditangkap Polisi

Seorang warga Tiongkok ditangkap polisi Jepang karena terbukti mengotori kain kuil suci Yasukuni dengan menyipratkan tinta hitam.

Memercikkan Tinta di Tempat Suci Kuil Yasukuni Jepang, Warga Tiongkok Ditangkap Polisi
Sankei
Kain Kuil Yasukuni di Tokyo Jepang dicipratkan tinta hitam oleh dua warga Tiongkok. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang warga Tiongkok ditangkap polisi Jepang karena terbukti mengotori kain kuil suci Yasukuni dengan memercikkan tinta hitam ke kain tersebut.

"Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pengotoran dengan tinta hitam di Kuil Yasukuni di Chiyoda-ku, Tokyo khususnya pada aula ibadah tempat di mana orang biasa beribadah," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (20/8/2019).

Seorang tersangka pria bernama Ko Dai Hei (Hu Dae-Ping), berusia 53 tahun dengan alamat dan pekerjaan yang tidak diketahui.

Kain Kuil Yasukuni di Tokyo Jepang dicipratkan tinta hitam oleh dua warga Tiongkok.
Kain Kuil Yasukuni di Tokyo Jepang dicipratkan tinta hitam oleh dua warga Tiongkok. (Sankei)

Tersangka datang ke Tokyo 17 Agustus lalu bersama keluarganya. Namun yang ke Kuil Yasukuni hanya tersangka sendiri.

Baca: Nuraeni Memendam Rasa Hingga Minta Segera Dinikahi Kakek Sudirgo Meski Usianya Terpaut 56 Tahun

Cairan tinta hitam dimasukkan ke dalam botol minuman yang langsung dipercikkan ke kain kuil tersebut saat tersangka berada di lokasi tempat ibadah itu, kemudian segera diamankan petugas keamanan setempat.

Kuil Yasukuni di Tokyo, tempat disemayamkannya para pahlawan perang Jepang saat Perang Dunia II.
Kuil Yasukuni di Tokyo, tempat disemayamkannya para pahlawan perang Jepang saat Perang Dunia II. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Petugas keamanan kuil langsung mengamankan tersangka dan menyerahkan kepada polisi Tokyo.

Sedangkan kain kuil suci tersebut langsung dilepas pengelola kuil untuk dibersihkan.

Kuil Yasukuni adalah simbol militerisme Jepang.

Ini adalah fasilitas yang didedikasikan untuk roh yang meninggal dalam perang modern di Jepang.

Di kuil tersebut menyimpan abu 14 tentara yang dianggap (oleh orang luar Jepang) sebagai penjahat perang kelas-A, termasuk Hideki Tojo, yang memimpin Perang Pasifik, bergabung bersama.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved