Indonesia Ingin ada Kerja Sama Bidang Sains dengan Suriname

Tetapi di bidangnya mengarah pada pendekatan yang lebih kepada alam. Karena kita sadari ada bebebrapa kesamaan Indonesia dan Suriname

Indonesia Ingin ada Kerja Sama Bidang Sains dengan Suriname
ISTIMEWA
Delegasi Parlemen Indonesia di Pimpin oleh Wakil Ketua DPR Utut Adianto (dua dari kiri) melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname di wakili oleh Minister of Regional Development Edgar Dikan, Selasa (20/8/2019) waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM, SURINAME- Anggota DPR Ferdiansyah menjelaskan, selain kerja sama budaya dan pendidikan, kerja sama di bidang sains juga perlu diperdalam. Terutama sains yang mengarah kepada lingkungan alam.

''Tetapi di bidangnya mengarah pada pendekatan yang lebih kepada alam. Karena kita sadari ada bebebrapa kesamaan Indonesia dan Suriname yaitu hutan tropis,"jelas Ferdiansyah di Ibu Kota Suriname, Paramaribo, Selasa (19/08/2019) waktu setempat.

Baca: Kejuaraan Dunia 2019 : Kevin/Marcus Terhenti di Babak Pertama, Impian Raih Medali Emas Sirna

"Siapa tahu ada temuan-temuan baru yang bisa didapatkan di Suriname. Tentang jenis-jenis tanaman, jenis-jenis biota yang mungkin tidak ada di Indonesia. Ini kan suatu penemuan yang baik kalau bisa dilakukan kerja sama ini dalam dunia pendidikan," kata dia.

Baca: Soal Peluang Investasi, Dirut KCN Dukung dengan Syarat Pemerintah Evaluasi Kebijakan

''Nah itu (kerja sama sains) menjadi hal yang menarik. Sehingga mudah-mudahan apa yang kita dapatkan di Suriname ini bisa ditindaklanjuti dengan diawali sejarah dan budaya, dan juga dunia pendidikan,'' lanjutnya.

Ferdiansyah mengatakan kunjungan ke Suriname ini harus dan perlu disikapi Parlemen. Dalam kunjungan itu, Wakil Ketua DPR Utut Adianto dan beberapa anggota DPR lain iktu dalam rombongan.

''Alhamdulillah kunjungan ke Suriname ada beberapa hal hal yang perlu disikapi dari parlemen DPR RI. Yang pertama yaitu budaya dan ini sudah kami sampaikan. Dimulai persahabatan Suriname dan Indonesia adalah melalui sejarah dan budaya," katanya.

Baca: BMKG: DKI dan Banten Masuki Musim Kemarau, Waspada Bencana Kekeringan

Dalam konteks sejarah dan budaya, ia melanjutkan bisa lebih cepat dilakukan melalui budaya yang terkandung. Ataupun yang ada di Indonesia. Serta juga di antaranya bisa melakukan kerja sama lain. Yaitu, katanya lagi memberikan pelatihan serta sarana alat musik dari Indonesia. Gamelan dan lain sebagainya.

Untuk dunia pendidikan, tambah Ferdiansyah, pihaknya juga menyarankan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Suriname, supaya dibuat pertukaran pemuda ataupun pelajar dan dosen. Hal ini untuk pengembangan sains.

Baca: Ketua DPD RI: Generasi Muda Harus Membangun Daerahnya

Saat pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Suriname juga menginginkan adanya penerbangan dari Indonesia ke Paramaribo. Namun Wakil Ketua DPR UtutAdianto dalam kesempatan itu menyatakan, kemungkinan masih sulit diwujudkan.

''Karena memang jaraknya jauh dan pasarnya juga mungkin masih kecil. Tapi yang jelas mereka ingin yang konkrit dan dalam wakti dekat kita juga sudah berkoordinasi dengan pak duta besar pak Julang Pujianto,'' imbuh Utut.

Baca: PKB Terbuka Revisi UU MD3 untuk Penambahan Pimpinan MPR

Utut menambahkan juga antara lain keinginan mereka untuk mempelajari gamelan dan juga bahasa indonesia.
"Ini kan juga harus kita deliver (wujudkan) dan juga kalau kita kembalikan kepada konsep bapak presiden kita, yang menginginkan KBRI adalah ujung tombak marketing kita di mancanegara, jadi ini saya rasa pas saja,'' kata Utut.

Utut menyarankan Duta Besar Indonesia membuat himpunan persahabatan Indonesia-Suriname. ''Jadi selain hubungan antara goverment, people to people juga berjalan rasanya itu lebih cepat,'' sarannya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved