Kardinal Pell kalah banding terhadap pidana pelecehan seksual
Pendeta Katolik paling senior yang menjadi terpidana pelecehan seksual itu akan menjalani sisa hukuman penjaranya selama enam tahun.
Pell hadir dalam persidangan. Seandainya upaya bandingnya sukses, sang pendeta bisa langsung dibebaskan pada hari Rabu.
Apa reaksi terhadap putusan banding?
Seorang korban yang masih hidup, yang namanya tidak bisa disebutkan karena alasan hukum, mengatakan ia "bersyukur atas sistem hukum yang bisa dipercaya semua orang."
Sementara Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada reporter: "Saya berbelasungkawa dengan para korban pelecehan seksual terhadap anak. Tidak hanya pada hari ini, tapi setiap hari."
Tim legal Pell bisa kembali mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Australia, pengadilan tertinggi di negara itu.
Namun tidak ada jaminan kalau pengadilan akan setuju untuk menerima upaya bandingnya.