Dewi Soekarno Dapat Nilai Terbaik untuk Pelajaran Bahasa Inggris Saat Masih SMA di Jepang

Ratna Sari Dewi Soekarno ternyata mendapat nilai tertinggi dalam pelajaran Bahasa Inggris saat masih bersekolah di SMA Jepang.

Dewi Soekarno Dapat Nilai Terbaik untuk Pelajaran Bahasa Inggris Saat Masih SMA di Jepang
Istimewa
Ratna Sari Dewi Soekarno (79), biasa dipanggil Dewi Sukarno, lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo, 6 Februari 1940 dengan Presiden Soekarno (kiri) serta bukunya terbaru nasihat untuk para wanita. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ratna Sari Dewi Soekarno (79) atau biasa dipanggil Dewi Soekarno ternyata mendapat nilai tertinggi dalam pelajaran Bahasa Inggris saat masih bersekolah tingkat SMA di Jepang.

"Dalam masyarakat di masa depan, Anda harus berbicara bahasa Inggris," tulis Dewi Soekarno dalam bukunya yang terbit belum lama ini mengenai "30 nasihat (pengetahuan) bagi wanita dari Dewi Fujin."

Menurutnya, bahasa Inggris yang dapat digunakan di masyarakat tidak boleh dipelajari dari buku teks saja.

"Meskipun bahasa Inggris adalah yang terbaik di kelas bagi saya, namun saya pikir saya tidak akan membaik bahasa Inggris-nya, kecuali kalau saya berbicara dengan banyak orang asing. Itulah sebabnya saya berlatih percakapan setiap hari ketika bekerja di klub Copacabana. Saya berbicara dengan orang asing terkemuka dan meminta mereka kesempatan untuk menjelajahi dunia," kata dia.

Dewi Soekarno adalah warga Jepang pertama dan satu-satunya sebagai istri kepala negara asing.

"Dalam kegiatan sebelumnya tentang pernikahan, saya pernah berbicara tentang "dua bulan sudah cukup" untuk berpacaran sampai pernikahan diputuskan," kata Dewi.

Don Juan Jepang, Kosuke Nozaki yang sempat melamar Dewi Soekarno, Mei 2018 meninggal misterius di rumahnya di Wakayama.
Don Juan Jepang, Kosuke Nozaki yang sempat melamar Dewi Soekarno, Mei 2018 meninggal misterius di rumahnya di Wakayama. (Foto TBS/Richard Susilo)

Namun pada level Dewi Soekarno, pernikahan dengan Presiden Indonesia jauh lebih pendek dari itu, dan diputuskan dalam dua minggu.

Pekerjaan Paruh Waktu di Klub Perjamuan Mewah

"Setelah lulus dari sekolah menengah pertama di SMA Negeri Mita, saya menghadiri klub malam. Pada waktu itu, saya juga bergabung sebagai mahasiswa riset ketika Toge Pro dibuka di lingkungan itu dan belajar akting, musik vokal, dan menari. Lambat laun, saya mulai bekerja di televisi dan film, dan sejak saya mulai hidup di pagi hari, menuju ke studio dan lokasi, saya jauh dari sekolah menengah," ujarnya.

Dewi mulai bekerja paruh waktu pada klub Copacabana di Akasaka. Sebanyak 90 persen pelanggan adalah orang asing kelas atas.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved