Ini 4 Pesawat Pembom Milik Rusia yang Paling Ditakuti Saat Ini

Adapun untuk Tu-22M, Larson memuji kemampuan pesawat pembom ini dalam membawa muatan besar namun tetap mampu mempertahankan kecepatan tingginya.

Ini 4 Pesawat Pembom Milik Rusia yang Paling Ditakuti Saat Ini
Sputnik News
Pesawat pembom Rusia paling berbahaya. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Majalah Amerika Serikat (AS) 'The National Interest' menyebut 4 pesawat pembom Rusia paling berbahaya saat ini.

Keempat pesawat itu adalah Tu-95, Tu-22M, Tu-160 dan PAK DA.

Dalam artikel yang diterbitkan pada akhir pekan kemarin menunjukkan bahwa alasan di balik kekuatan empat pesawat Rusia adalah adanya peningkatan dalam sistem rudal dan amunisi berpemandu presisi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (7/10/2019), Penulis artikel berjudul '4 Bom Rusia Paling Berbahaya untuk Diterbangkan', Caleb Larson menyampaikan pendapatnya.

Ia mengatakan, terlepas dari kenyataan bahwa sebagian besar perangkat keras militer Rusia merupakan warisan dari USSR, beberapa pembom yang ada di gudang senjata mereka tetap memiliki kekuatan dahsyat karena terus di-upgrade.

Baca: Pernah Disasar Pesawat Pembom Indonesia, Australia dan Malaysia Sempat Panik

Berbicara tentang Tu-95, Larson menyoroti keawetan pesawat dan kemampuannya untuk membawa muatan dalam jumlah besar.

Adapun untuk Tu-22M, Larson memuji kemampuan pesawat pembom ini dalam membawa muatan besar namun tetap mampu mempertahankan kecepatan tingginya.

Tu-160, menurutnya merupakan 'binatang buas' sejati yang akan tetap relevan untuk tahun-tahun mendatang berkat sistem yang terus ditingkatkan dan diperbaharui (upgrade).

Sementara itu pesawat ke-4 yang disebutkan dalam artikel ini adalah PAK DA yang terus dikembangkan dan akan menjadi pembom siluman Rusia yang paling mematikan dari generasi berikutnya.

PAK DA dirancang untuk menggantikan ketiga pembom yang saat ini masuk dalam pelayanan untuk pesawat jarak jauh Rusia, termasuk Tu-22M3, Tu-95 dan pembom strategis Tu-160 alias White Swan. 

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved