Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump dan CNN Ribut soal Berita Iran Klaim Kemenangan atas AS-Israel

Presiden AS Donald Trump marah dan mengecam CNN karena menulis berita Iran yang mengklaim kemenangan atas AS dan sebut AS terima 10 poin syarat Iran.

|

Ringkasan Berita:
  • Trump menuduh CNN menyebarkan berita palsu terkait pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengklaim kemenangan Iran atas perang melawan AS-Israel.
  • CNN membantah tuduhan Trump dan menyebut informasi tersebut berasal dari pejabat dan media resmi pemerintah Iran.
  • AS, Israel, dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu yang diawali dengan pembukaan Selat Hormuz, jalur maritim penting yang diblokade oleh Iran selama perang 40 hari terakhir.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh CNN menyebarkan berita palsu mengenani klaim kemenangan Iran setelah Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu.

Presiden menyebut CNN menerbitkan pernyataan palsu dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tentang kemenangan Iran atas AS.

"Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang CNN ketahui. Pernyataan palsu tersebut dikaitkan dengan situs Berita Palsu (dari Nigeria) dan, tentu saja, segera diambil oleh CNN, dan disiarkan sebagai berita utama yang "sah"," tulis Trump di platform Truth Social, Rabu (8/4/2026).

Trump kemudian mencantumkan tangkapan layar pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

"Pernyataan Resmi dari Iran baru saja dirilis, dan diposting di TRUTH, di bawah ini. Pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah telah terjadi tindak pidana dalam penerbitan Pernyataan Palsu CNN World, atau apakah itu ulah pemain jahat yang sakit jiwa? CNN diperintahkan untuk segera menarik Pernyataan ini dengan permintaan maaf penuh atas "pelaporan" mereka yang, seperti biasa, buruk. Hasil investigasi akan diumumkan dalam waktu dekat," katanya.

CNN Membantah Tuduhan Trump

Sebelumnya, CNN melaporkan pernyataan Dewan Keamanan Iran yang berbunyi, "Musuh, dalam perang yang tidak adil, melanggar hukum dan kriminal terhadap bangsa Iran, telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak."

Kurang dari tiga jam setelah berita tersebut dipublikasikan, Trump marah dan memposting pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi dengan nada yang lebih terukur.

"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kita yang Perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka," bunyi pernyataan Abbas Aragchi.

Setelah kecaman Trump, CNN membela pemberitaannya mengenai pernyataan Dewan Keamanan Iran yang diberitakan sebelumnya.

Baca juga: Iran Nyatakan Menang Besar: Kami Paksa AS Terima 10 Poin Syarat Iran

“Pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan dilaporkan di beberapa media pemerintah Iran. Kami menerima pernyataan tersebut dari juru bicara resmi Iran tertentu yang kami kenal," kata seorang juru bicara CNN yang dikutip Deadline.

Koresponden internasional senior Matthew Chance menanggapi klaim Trump yang menyebut pernyataan Iran yang diterbitkan CNN adalah palsu.

Matthew Chance mengatakan kepada Anderson Cooper, jurnalis senior CNN, bahwa pernyataan yang diterbitkan itu muncul di kantor berita pemerintah Iran.

Chance mengatakan pernyataan dari kantor berita Iran itu lebih panjang dan agresif daripada pernyataan dari Menteri Luar Iran Abbas Aragchi yang diterbitkan di platform X.

“Ketika Presiden Trump memposting di Truth Social bahwa dia keberatan dengan laporan itu, dengan dokumen itu, dia mengatakan itu palsu. Saya menindaklanjuti dengan kementerian luar negeri Iran dan berkata, 'Lihat, apakah Anda memiliki dokumen ini yang dapat Anda kirimkan kepada saya?' Dan mereka sendiri mengirimkan dokumen itu kepada saya, yang persis sama dengan dokumen yang awalnya kami miliki. Jadi saya pikir kami cukup yakin, sangat yakin bahwa dokumen ini otentik," kata Matthew Chance.

Chance, dalam pernyataannya, juga menyebutkan beberapa dari 10 poin persyaratan Iran kepada AS untuk mengakhiri perang, termasuk pencabutan semua sanksi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved